3 Bulan Napi Khatam Quran

NUNUKAN – Selepas pergantian Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan pertengahan Januari lalu, Kalapas Nunukan yang baru Didik Heru Sukoco,BC.IP,SH prioritaskan program pembinaan narapidana utamanya agama. Khusus napi muslim, diproyeksikan terbentuk pondok pesantren di Lapas. Setidaknya, kata Didik, minimal 3 bulan sekali akan mengadakan khatam (tamat) Alquran. Sedangkan napi non muslim, kebaktian gereja juga dirutinkan. Ujar kalapas, penekanan pembinaan agama lebih dipertegas pasalnya diyakini meningkatkan pengembangan mental dan spiritual napi. Langkah konkretnya, awal tahanan masuk baik kiriman dari kepolisian maupun kejaksaan, sudah diseleksi. Misalnya, ketika napi muslim hanya bisa Iqro atau bisa mengaji bakal dilatih terus. “Saya juga akan meneruskan program Kalapas lama Darwin Sitepu,SH,MH. Tapi saya punya program unggulan utamanya agama. Minimal 3 bulan sekali ada napi khatam Quran dan lapas punya pondok pesantren,” kata pria yang pernah menjadi Ketua Masjid di Lapas Tarakan in

3 Bulan Napi Khatam Quran
NUNUKAN – Selepas pergantian Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan pertengahan Januari lalu, Kalapas Nunukan yang baru Didik Heru Sukoco,BC.IP,SH prioritaskan program pembinaan narapidana utamanya agama. Khusus napi muslim, diproyeksikan terbentuk pondok pesantren di Lapas. Setidaknya, kata Didik, minimal 3 bulan sekali akan mengadakan khatam (tamat) Alquran. Sedangkan napi non muslim, kebaktian gereja juga dirutinkan. Ujar kalapas, penekanan pembinaan agama lebih dipertegas pasalnya diyakini meningkatkan pengembangan mental dan spiritual napi. Langkah konkretnya, awal tahanan masuk baik kiriman dari kepolisian maupun kejaksaan, sudah diseleksi. Misalnya, ketika napi muslim hanya bisa Iqro atau bisa mengaji bakal dilatih terus. “Saya juga akan meneruskan program Kalapas lama Darwin Sitepu,SH,MH. Tapi saya punya program unggulan utamanya agama. Minimal 3 bulan sekali ada napi khatam Quran dan lapas punya pondok pesantren,” kata pria yang pernah menjadi Ketua Masjid di Lapas Tarakan ini. Gereja-gereja yang sudah pernah membantu lapas, khususnya para rohaniawan bakal diajak bekerja sama untuk upaya peningkatan peribadahan napi. Selain itu, masih kata Mantan Kepala Kesatuan Personel Pengamanan Lapas (KPLP) Tarakan ini, kegiatan peningkatan SDM napi lewat keterampilan juga diintensifkan namun menyesuaikan dananya dari DIPA (Daftar Isian Pengguna Anggaran). “Kita buat apa saja yang bisa menjadi bekal narapidana ketika keluar. Lalu, kita target lapas ini menjadi lapas hijau. Apalagi dari Kapalas lama, sudah ada hal positif. Paling tidak 2 tahun berjalan, akan kita jadikan lapas hijau. Sebagai percontohan bagi LP lain, kita bisa dapat lahan dan gedung semegah ini,” ujar Didik kepada pewarta. Selain program kerja, masih kata kalapas perlu ada penambahan bangunan atau blok napi. Diinginkan, blok narkoba berdiri sendiri begitu pula blok anak. “Nanti kita juga banyak minta bantuan ke pemda. Satu blok lagi saya rasa masih kurang, karena di narkoba harus ada blok sendiri. Blok anak juga harus sendiri, harus dipisahkan dari napi dewasa, baik itu napi dewasa laki-laki maupun perempuan,” jelasnya. “Kamar-kamar yang belum representatif, akan kita tertibkan. Seperti lemari yang terbuat dari kardus, mengganggu estetika, kita benahi agar tidak penuhi tempat tidur, karena bisa mengganggu kenyamanan beristirahat,” pungkasnya sembari berharap selama memimpin, para napi turut serta berpartisipasi pada pembinaan dan menjadikan Lapas Zero Narkoba. (dta) Sumber: www.radartarakan.co.id/index.php/kategori/detail/Nunukan/20837

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0