461 Petugas Lapas Ikuti Tes Narkoba

test-urine

  JAKARTA (Pos Kota) – Seolah ingin menjawab berbagai tudingan miring,Ditjen Pemasyarakatan (Pas) diam-diam menguji pemakaian narkotika kepada 461 pegawainya, awal pekan ini. Dan dari hasil tes tidakseorangpun jajarannya mengonnsumsi obat-obatan berbahaya tersebut. “Kita malah melakukan dengan tes jenis baru, bukan dengan tes urine tapi rambut. Jadi pegawai yang menggunakan selama kurun waktu 90 hari dapat dideteksi. Kalau tes urine hanya berlangsung selama dua minggu,” kata Juru bicara Ditjen Pas Akbar Hadi Prabowo. Sebelum ini, sempat berkembang di sejumlah media bahwa penamparan petugas Lapas Kelas II A Pekanbaru, Riau hanya pengalihan isu dari peredaran narkotika di Lapas (Lembaga Pemasyatak

test-urine

  JAKARTA (Pos Kota) – Seolah ingin menjawab berbagai tudingan miring,Ditjen Pemasyarakatan (Pas) diam-diam menguji pemakaian narkotika kepada 461 pegawainya, awal pekan ini. Dan dari hasil tes tidakseorangpun jajarannya mengonnsumsi obat-obatan berbahaya tersebut. “Kita malah melakukan dengan tes jenis baru, bukan dengan tes urine tapi rambut. Jadi pegawai yang menggunakan selama kurun waktu 90 hari dapat dideteksi. Kalau tes urine hanya berlangsung selama dua minggu,” kata Juru bicara Ditjen Pas Akbar Hadi Prabowo. Sebelum ini, sempat berkembang di sejumlah media bahwa penamparan petugas Lapas Kelas II A Pekanbaru, Riau hanya pengalihan isu dari peredaran narkotika di Lapas (Lembaga Pemasyatakatan) dan Rutan (Rumah Tahanan). Akbar buru-buru mengingatkan tes ini bukan menjawab tudingan yang berkembang paska kunjungan Wamenkum Denny Indrayana ke Lapas Kelas II A Pekanbaru. “Ini sudah terprogram dan bahkan akan segera diikuti tes serupa di seluruh jajaran Pas seluruh Indonesia.” Menurut Akbar, sejak 2005 institusinya sudah mencanangkan gerakan pemberantasan narkotika di seluruh Lapas dan Rutan secara terprogram dan terpadu. “Terhadap yang terbukti ditindak. Jadi kita tidak melindungi mereka.” Namun demikian, ia mengaku dalam pelaksanaan ditemui sejumlah kendala, mulai keterbatasn alat deteksi narkotika sampai alat penyadap telepon (jaimer), sehingga sulit mengawasi para warga binaan. Meski begitu, lanjutnya bukan sebuah pembenaran. “Yang pasti keterbatasan petugas menjadi satu faktor penting di tengah hunian yang melebihi kapasitas. Tapi, kita tetap komit akan memaksimalkan sarana dan prasarana yang ada,” tegas Akbar. (ahi/b)   Sumber: http://www.poskotanews.com/2012/04/07/461-petugas-lapas-ikuti-tes-narkoba/  

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0