50 WARGA BINAAN RUTAN BALIKPAPAN IKUTI VCT

BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id - Selama dua tahun belakangan ini, Rutan Balikpapan bekerja sama dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Balikpapan menggelar kegiatan Voluntary Counselling and Testing (VCT) untuk seluruh warga binaan yang baru masuk. Kamis (19/6), tak kurang 50 warga binaan baru mengikuti VCT dengan pengambilan sampel darah oleh petugas kesehatan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Balikpapan.   Kepala Rutan Balikpapan Budi Prajitno mengatakan VCT dilakukan untuk mendeteksi apakah di dalam tubuh warga binaan tersebut, terdapat human immunodeficiency virus (HIV)  atau infeksi menular seksual (IMS). Sampel darah yang diambil akan diperiksa di laboratorium oleh pihak DKK Balikpapan. Hasilnya, hanya diberikan pada si penderita dan pihak petugas rutan yang menangani penderita.   "VCT rutin kami lakukan setiap bulan. Untuk para warga binaan yang baru masuk. Sehingga kami tahu kondisi kesehatan para warga bi
50 WARGA BINAAN RUTAN BALIKPAPAN IKUTI VCT

BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id - Selama dua tahun belakangan ini, Rutan Balikpapan bekerja sama dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Balikpapan menggelar kegiatan Voluntary Counselling and Testing (VCT) untuk seluruh warga binaan yang baru masuk. Kamis (19/6), tak kurang 50 warga binaan baru mengikuti VCT dengan pengambilan sampel darah oleh petugas kesehatan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Balikpapan.   Kepala Rutan Balikpapan Budi Prajitno mengatakan VCT dilakukan untuk mendeteksi apakah di dalam tubuh warga binaan tersebut, terdapat human immunodeficiency virus (HIV)  atau infeksi menular seksual (IMS). Sampel darah yang diambil akan diperiksa di laboratorium oleh pihak DKK Balikpapan. Hasilnya, hanya diberikan pada si penderita dan pihak petugas rutan yang menangani penderita.   "VCT rutin kami lakukan setiap bulan. Untuk para warga binaan yang baru masuk. Sehingga kami tahu kondisi kesehatan para warga binaan kami. Karena tak jarang, warga binaan justru mengetahui dirinya mengindap HIV atau IMS saat sudah berada di dalam Rutan Balikpapan," kata Budi.   Mereka yang terdeteksi HIV, akan dibawa ke RSU Kanujoso untuk mendapat pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui seberapa besar virus HIV tersebut sudah menyerang sel darah putih (CD4) dan tingkat kekebalan tubuhnya. Selanjutnya DKK akan menentukan penanganan pada penderita tersebut. Ada obat yang diberikan pada petugas rutan yang menangani untuk diberikan ke penderita.   "Di antara ratusan warga binaan di Rutan Balikpapan, ada lima warga binaan yang terdeteksi HIV. Mereka mendapat terapi pengobatan dari DKK Balikpapan melalui RSU Kanujoso maupun RST dr Hardjanto. Maupun dokter kunjung yang rutin ke poliklinik rutan," ungkap Budi. Selain itu, Rutan Balikpapan juga membentuk tim kader kesehatan yang anggotanya merupakan para warga binaan Rutan Balikpapan sendiri. (*) Sumber : tribunnews.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0