59 Narapidana Lapas Olaya Dapat Remisi

PARIMO, LINDO - Sedikitnya 59 orang tahanan Narapidana lembaga pemasyarakatan (Lapas) Olaya Kecamatan Parigi Kabupaten Parimo dari jumlah tahanan 163, Minggu 17 Agustus 2014 mendapatkan remisi dan Dua diantaranya bebas tanpa syarat. Dua penghuni Lapas itu diantaranya, Nidrus alias Ade dan Iputu Subudi. Bupati Parimo, Samsurizal Tombolotutu dalam sambutannya mengatakan remisi merupakan instrumen yang dapat mendorong Narapidana untuk berprilaku baik selama menjalani pidana. Dikatakannya, remisi hanya akan diberikana kepada Narapidana yang berkelakuan baik, namun bagi Narapidana yang melakukan pelanggaran tidak akan mendapatkan remisi.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, manfaat lanjutan dari pemberian remisi itu adalah agar dapat mengurangi tingkat hunian Lapas yang semakin hari semakin tinggi sehingga populasi Lapas akan semakin cepat berkurang jika diberlakukan remisi setiap hari kemerdekaan. “Bagi yang ber

59 Narapidana Lapas Olaya Dapat Remisi

PARIMO, LINDO - Sedikitnya 59 orang tahanan Narapidana lembaga pemasyarakatan (Lapas) Olaya Kecamatan Parigi Kabupaten Parimo dari jumlah tahanan 163, Minggu 17 Agustus 2014 mendapatkan remisi dan Dua diantaranya bebas tanpa syarat. Dua penghuni Lapas itu diantaranya, Nidrus alias Ade dan Iputu Subudi. Bupati Parimo, Samsurizal Tombolotutu dalam sambutannya mengatakan remisi merupakan instrumen yang dapat mendorong Narapidana untuk berprilaku baik selama menjalani pidana. Dikatakannya, remisi hanya akan diberikana kepada Narapidana yang berkelakuan baik, namun bagi Narapidana yang melakukan pelanggaran tidak akan mendapatkan remisi.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, manfaat lanjutan dari pemberian remisi itu adalah agar dapat mengurangi tingkat hunian Lapas yang semakin hari semakin tinggi sehingga populasi Lapas akan semakin cepat berkurang jika diberlakukan remisi setiap hari kemerdekaan. “Bagi yang berkelakuan baik selama menjalani tahanan tentunya akan diberikan remisi setiap hari kemerdekaan. Dan remisi ini dilakukan, juga akan mengurangi angka penghuni Lapas,” ujar bupati Parimo saat mengunjungi Lapas Olaya Parigi usai upacara bendera. Selain itu dalam sambutannya, mengungkapkan pemerintah daerah (Pemda) Parimo rencana akan membangun pesantren khususu bagi pengguna narkoba yang dinamakan Rumah Singgah Narkoba (RSN).

Alasan Pemda akan membangun pesatren tersebut, untuk memberikan pemahaman positif terhadap setiap pengguna Narkoba melalui siraman rohani oleh pemuka agama. Lebih lanjut dia mengatakan, selama ini, setiap pelaku Narkoba tidak mendapatkan siraman rohani namun  yang mereka dapatkan setelah diponis sebagai pengguna Narkoba hanya rehabilitasi. “Memang setiap pengguna narkoba kalau tidak di hukum di rehabilitasi dan saya rasa hal ini tidak akan mendapatkan hasil. Namun untuk bisa menyesalai perbutannya pelaku harus di godok dalam pesantren dengan mendapatakan siraman rohani setiap hari bagi pemuka agama,” harapnya. Dalam kujungannya dilapas, bupati beserta rombongan dan didampingi Kapolres Jaksa dan Kepala Lapas, mengujungi beberapa ruangan tahanan, termasuk ruangan dapur dan memeriksa menu makan yang disajikan santap siang bagi penghuni Lapas. Serta dilanjutkan pemberian hadiah para juara lomba dalam menyambut HUT RI. Sebelum bertandang ke Lapas Olaya Parigi, Bupati Parimo mengikuti upacara bendera detik-detik Proklamasi yang berlangsung dihalaman kantor Bupati Parimo. Sejumlah pejabat yang hadir termasuk para anggota DPRD Parimo, Kapolres, TNI, pejabat teras Pemda Parimo serta tamu undangan lainnya.

Setelah berlangsung upacara bendera, bupati menyerahkan beberapa hadiah kepada sejumlah pemenang dalam memperingati HUT RI dan dilanjutkan dengan tabur bunga di pelabuhan Parigi.  (ADY/SUPRI)

Sumber: http://www.medialiputanindonesia.com/

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0