7 Rutan di Kalbar Over Kapasitas

PONTIANAK - Kepala Perwakilan Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Budi S Rachman mengakui rumah tahanan (rutan) di Kalbar over kapasitas. "Kami akui bahwa kami kekurangan SDM serta fasilitas yang tidak memadai. Beberapa Lapas yang ada di Kalbar bahkan over kapasitas," ungkap Budi kepada Okezone ditemui di ruang kerjanya, Kamis (26/9/2013). Menurutnya dari 12 Lapas yang ada di Kalbar, hanya lima rutan yang tidak over kapasitas. Seperti Lapas Kelas II A Pontianak, kapasitas 500 Napi dan tahanan, saat ini memuat 692 orang tahanan. Untuk Rutan Kelas II B di Kabupaten Ketapang, kapasitas 200 orang, ditempati 362 Napi. Kemudian Rutan Kelas II B Kota Singkawang, kapasitas 250, ditempati 307 Napi. Rutan Kelas II B Kabupaten Sintang, kapasitas 200, saat ini menampung 280 Napi. Kemudian di Rutan Kelas II A Pontianak, kapasitas hanya 200, tetapi menampung 415 napi. Belum lagi Rutan Kelas II B Mempawah, kapasitas menampung 115, saat ini menamp

7 Rutan di Kalbar Over Kapasitas
PONTIANAK - Kepala Perwakilan Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Budi S Rachman mengakui rumah tahanan (rutan) di Kalbar over kapasitas. "Kami akui bahwa kami kekurangan SDM serta fasilitas yang tidak memadai. Beberapa Lapas yang ada di Kalbar bahkan over kapasitas," ungkap Budi kepada Okezone ditemui di ruang kerjanya, Kamis (26/9/2013). Menurutnya dari 12 Lapas yang ada di Kalbar, hanya lima rutan yang tidak over kapasitas. Seperti Lapas Kelas II A Pontianak, kapasitas 500 Napi dan tahanan, saat ini memuat 692 orang tahanan. Untuk Rutan Kelas II B di Kabupaten Ketapang, kapasitas 200 orang, ditempati 362 Napi. Kemudian Rutan Kelas II B Kota Singkawang, kapasitas 250, ditempati 307 Napi. Rutan Kelas II B Kabupaten Sintang, kapasitas 200, saat ini menampung 280 Napi. Kemudian di Rutan Kelas II A Pontianak, kapasitas hanya 200, tetapi menampung 415 napi. Belum lagi Rutan Kelas II B Mempawah, kapasitas menampung 115, saat ini menampung 207 napi. "Untuk Rutan Kelas II B Kabupaten Sanggau, kapasitas seharusnya 150, saat ini menampung 232 napi," ucapnya. Dia mengakui telah melakukan kominikasi dengan Kalapas Kabupaten Sintang, Bupati Sintang, Danrem dan Kapolda. "Mereka sudah membahas bagaimana apa yang terjadi sekarang, untuk kemudian dapat diantisipasi untuk masa mendatang," tuturnya Budi mengatakan kasus tindak pidana narkoba mendominasi penghuni lapas. Kasus narkoba sekitar 40-50 persen. "Dari pencurian yang paling banyak narkoba. Ada namanya bandar, pengedar, pemakai pemula. Sementara lapas tidak ada sarana dan parasarana untuk menghalangi masuknya narkoba," ujarnya. (ydh) Sumber : http://news.okezone.com/read/2013/09/27/340/872589/redirect

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0