764 Narapidana Lapas Karawang Mendapat Remisi

KARAWANG, (PRLM). - Sebanyak 764 narapidana warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas Kelas IIa) Karawang, memperoleh remisi (pengurangan masa pidana) hari kemeredkaan.

Sebelas narapidana di antaranya bahkan dapat langsung menghirup udara bebas, setelah masa pidanya dikurangi remisi tersebut.

Pemberian remisi tersebut mengacu kepada SK Menteri Hukum dan HAM No. W.11-1781.PK.01.01.02 Tahun 2014.

Penyerahan Remisi dilakukan Wakil Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana di Lapas Karawang, Minggu (17/8).

Menurut Kepala Lapas Karawang, Abdul Aris, jumlah napi yang menghuni Lapas Karawang ada 1.077 orang. 753 di antaranya mendapatkan remisi, mulai dari 1 bulan hingga 6 bulan. Sedangkan 11 napi lainnya langsung bebas setelah mendapatkan remisi.

Abdul Aris menambahkan, jumlah penghuni Lapas s

764 Narapidana Lapas Karawang Mendapat Remisi

KARAWANG, (PRLM). - Sebanyak 764 narapidana warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas Kelas IIa) Karawang, memperoleh remisi (pengurangan masa pidana) hari kemeredkaan.

Sebelas narapidana di antaranya bahkan dapat langsung menghirup udara bebas, setelah masa pidanya dikurangi remisi tersebut.

Pemberian remisi tersebut mengacu kepada SK Menteri Hukum dan HAM No. W.11-1781.PK.01.01.02 Tahun 2014.

Penyerahan Remisi dilakukan Wakil Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana di Lapas Karawang, Minggu (17/8).

Menurut Kepala Lapas Karawang, Abdul Aris, jumlah napi yang menghuni Lapas Karawang ada 1.077 orang. 753 di antaranya mendapatkan remisi, mulai dari 1 bulan hingga 6 bulan. Sedangkan 11 napi lainnya langsung bebas setelah mendapatkan remisi.

Abdul Aris menambahkan, jumlah penghuni Lapas sebanyak itu, terdiri dari 1.068 tahanan laki-laki dan 9 tahanan wanita.

”Jika dilihat dari jumlah tersebut, Lapas ini sudah kelebihan kapasitas. Namun, kondisi seperti ini dialami oleh semua Lapas di Indonesia,” ujar Abdul Haris.

Sementara itu, upacara peringatan HUT RI di Kabupaten Karawang diwarnai kesalahan pembacaan teks Proklamasi oleh Ketua sementara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Toto Suripto. Tak pelak hal tersebut menjadi bahan pergunjingan para peserta upacara, setelah upacara usai.

Dari pemantauan “PRLM”, Toto salah mengucapkan teks tersebut di pertengahan teks. Bahkan beberapa saat Toto sempat terdiam, hingga akhirnya dia mengatakan pembacaan teks diulang.

Namun demikian prosesi upacara bendera tetap berlangsung khidmat dan tidak terpengaruh oleh kesalahan itu. Hanya saja, setelah upacara selesai, semua peserta ribut membicarakan hal itu.

“Memalukan masa sih sekelas Ketua DPRD tidak sanggup membacakan teks Proklamasi. Padahal ada naskahnya,” ujar seorang pelajar salah satu SMA di Karawang, Agus.

Menurut dia, Toto tak layak menjadi ketua DPRD. Sebab, kredibilitas dia dalam mengemban amanah itu diragukan.

“Sebaiknya, DPRD jangan memaksakan memilih ketua yang belum mempu baik dari segi SDM maupun pengalamannya, kendati dia berasal dari partai pemenang pemilu,” ujar Agus.

Sumber: http://jawabaratnews.com/

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0