78 Napi Lapas Lowokwaru, Malang Bebas

Penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IA Lowokwaru, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur (Jatim), mendapatkan remisi (pengurangan masa hukuman) dalam rangka perayaan HUT ke-69 Kemerdekaan RI, Minggu (17/8).

Dari jumlah tersebut, 78 orang napi yang disebut pula sebagai warga binaan Lapas itu dinyatakan bebas setelah mendapatkan remisi.

Kepala Lapas Klas IA Lowokwaru, Kota Malang, Herry Wahyudiono usai upacara bendera, Minggu siang mengatakan bahwa jumlah penghuni di Lapas Lowokwaru seluruhnya ada 1.763 orang.

Jumlah napi yang diusulkan mendapatkan remisi pada HUT ke-69 Kemerdekaan RI sebanyak 1.385 orang.

“Semua napi yang kami usulkan mendapatkan remisi disetujui oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham),” ujar Herry sambil menambahkan, bahwa para napi mendapatkan remisi mulai satu bulan sampai enam bulan.

78 Napi Lapas Lowokwaru, Malang Bebas

Penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IA Lowokwaru, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur (Jatim), mendapatkan remisi (pengurangan masa hukuman) dalam rangka perayaan HUT ke-69 Kemerdekaan RI, Minggu (17/8).

Dari jumlah tersebut, 78 orang napi yang disebut pula sebagai warga binaan Lapas itu dinyatakan bebas setelah mendapatkan remisi.

Kepala Lapas Klas IA Lowokwaru, Kota Malang, Herry Wahyudiono usai upacara bendera, Minggu siang mengatakan bahwa jumlah penghuni di Lapas Lowokwaru seluruhnya ada 1.763 orang.

Jumlah napi yang diusulkan mendapatkan remisi pada HUT ke-69 Kemerdekaan RI sebanyak 1.385 orang.

“Semua napi yang kami usulkan mendapatkan remisi disetujui oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham),” ujar Herry sambil menambahkan, bahwa para napi mendapatkan remisi mulai satu bulan sampai enam bulan.

Para napi yang mendapatkan remisi yaitu napi pidana umum dan napi pidana khusus. Syarat untuk mendapatkan remisi, para napi harus berkelakuan baik saat menjalani hukumannya di Lapas, ujar Herry.

Bojonegoro

Sementara itu, dari Lapas Kelas IIA Bojonegoro, Jatim juga dilaporkan, pada hari yang sama sebanyak 113 napi di tempat itu menerima remisi dari pemerintah.

Penerimaan remisi itu dilakukan  di depan upacara yang dihadiri forum pimpinan daerah (Forpimda) Bojonegoro, empat orang napi di antaranya langsung bebas.

Wakil Bupati Bojonegoro, Setyo Hartono saat membacakan sambutan surat dari Kemenkumham mengatakan remisi tersebut diberikan kepada napi yang berkelakuan baik dan sudah mencukupi syarat untuk menerima remisi.

“Cepatlah kembali dan kehadiran saudara itu hendaknya memberikan manfaat di tengah-tengah masyarakat, dan sekali-kali jangan pernah mengulangi perbuatan jahat lagi,” ujar Setyo Hartono yang bertindak sebagai inspektur upacara  di Lapas yang ada di Jalan Diponegoro, Kabupaten Bojonegoro itu.

Kepala Lapas Bojonegoro, Basir Ramlan yang dikonfirmasi mengemukakan, bahwa dari 190 orang napi yang ada di lingkungan pengawasannya, 113 di antaranya menerima remisi umum 17 Agustus 2104 ini.

Dengan rincian, 109 pengurangan penjara dan 4 orang napi langsung bebas.

Menurut dia, syarat napi yang menerima remisi sudah menjalani hukuman penjara selama  enam bulan dan berkelakuan baik. Serta mereka yang menerima remisi paling sedikit sebulan sampai enam bulan.

Namun bagi napi pemuka akan ditambah 1/3 dari remisi yang diterimanya tersebut.

Dijelaskan, untuk remisi kasus pencurian diberikan oleh pejabat kewilayahan (provinsi dan kabupaten), namun untuk kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) di LP Bojonegoro, sampai saat ini belum ada yang menerima remisi.

Menurut dia, kasus tipikor dan narkoba, mendapatkan remisi dari pemerintah pusat via Kemenkum-HAM. “Pada umumnya, napi kasus pencurian yang menerima remisi,” katanya. [ARS/L-8]

Sumber: http://www.suarapembaruan.com/

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0