8 CPNS Lapas Namlea Ikuti Evaluasi Aktualisasi

8 CPNS Lapas Namlea Ikuti Evaluasi Aktualisasi

Namlea, INFO_PAS – Setelah melewati masa habituasi dan aktualisasi, delapan orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea mengikuti seminar evaluasi laporan aktualisasi, Selasa (16/11). Pelaksanaan evaluasi yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Sulawesi Utara ini digelar secara virtual melalui Zoom Meeting yang diikuti oleh peserta latihan dasar (latsar) dari masing-masing angkatan.

Pelaksanaan evaluasi dimulai dengan masing-masing peserta memaparkan hasil aktualisasi yang telah dilakukan baik lewat video maupun PowerPoint, setelah itu dilanjutkan dengan paparan mentor dan penilaian dari penguji dari masing-masing kelompok-kelompok angkatan.

Salah satu CPNS Namlea, Maryo James Tomasila, lewat aktualisasinya “Optimalisasi Kegiatan Kreasi dan Seni Untuk Memninimalisir stress Warga Binaan Pemasyarakatan” memaparkan kegiatan yang dilakukan selama aktualisasi. Didampingi Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban, Supardy Djaya, ia menjelaskan apa saja tahapan-tahapan yang telah dilakukan  maupun output yang dihasilkan untuk menyelesaikan isu tersebut.

“Selama pemaparan, saya menjelaskan tentang isu atau permasalahan yang diangkat, gagasan kreatif, kegiatan dan tahapan yang dilakukan, capaian hasil pelaksanaan, serta tujuan dan manfaat dari aktualisasi yang telah dilakukan. Alhamdulillah, selama pelaksanaan evaluasi tersebut berjalan lancar sampai selesai tanpa ada kendala yang berarti, mudah-mudahan aktualisasi yang telah saya lakukan dapat bermanfaat dan berguna terutama bagi Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas Namlea,” tutur Maryo.

Sementara itu, Supardy Djaya selaku mentor menjelaskan bahwa evaluasi ini dilaksanakan guna memberikan pertanggungjawaban pelaporan sebagai peserta latsar CPNS dalam menerapkan nilai-nilai agenda latsar yang telah diinternalisasi dalam kegiatan pelaksanaan aktualisasi. “Nilai-nilai dasar ASN  seperti Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi harus mampu diterapkan oleh peserta latsar terkait isu yang diangkat maupun dalam pelaksanaan aktualisasinya, sehingga ke depan penerapan nilai-nilai dasar tersebut tidak hanya sebatas pada aktualisasi saja tetapi juga dapat diterapkan peserta dalam pelaksanaan tugas sebagai seorang ASN,” ujar Pardi, sapan akrabnya. (prv)

 

Kontributor: Lapas Namlea

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0