Akber Berbagi Inspirasi dengan Warga Binaan Lapas

BERBAGI – Sebanyak 40 warga binaan Lapas Pekalongan saat mengikuti kelas inspirasi ‘creative writing dan creativepreuneur’ yang digelar Akademi Berbagi Pekalongan, Sabtu (17/5).
  1. AINUL ATHO’ / RADAR PEKALONGAN
  KOTA - Akademi Berbagai (Akber) Pekalongan, kembali melakukan kegiatan berbagi. Kali ini, sasarannya adalah warga binaan Lapas Kelas II A Pekalongan. Melalui kelas inspirasi dengan tema ‘creative writing dan creativepreuneur’, Akber berbagi inspirasi kepada sekitar 40 warga binaan Lapas tentang bagaimana memunculkan kreatifitas warga binaan, Sabtu (17/5). Kalapas Kelas II A Pekalongan, Suprapto mengatakan, pembentukan kelas tersebut bertujuan untuk menggali lebih dalam potensi para warga binaan. Sehingga potensi mereka bisa meningkat, dan berkembang. “Kami lakukan ini untuk meningkatkan potensi yang ada di warga binaan kami. Baik potensi
Akber Berbagi Inspirasi dengan Warga Binaan Lapas

BERBAGI – Sebanyak 40 warga binaan Lapas Pekalongan saat mengikuti kelas inspirasi ‘creative writing dan creativepreuneur’ yang digelar Akademi Berbagi Pekalongan, Sabtu (17/5).
  1. AINUL ATHO’ / RADAR PEKALONGAN
  KOTA - Akademi Berbagai (Akber) Pekalongan, kembali melakukan kegiatan berbagi. Kali ini, sasarannya adalah warga binaan Lapas Kelas II A Pekalongan. Melalui kelas inspirasi dengan tema ‘creative writing dan creativepreuneur’, Akber berbagi inspirasi kepada sekitar 40 warga binaan Lapas tentang bagaimana memunculkan kreatifitas warga binaan, Sabtu (17/5). Kalapas Kelas II A Pekalongan, Suprapto mengatakan, pembentukan kelas tersebut bertujuan untuk menggali lebih dalam potensi para warga binaan. Sehingga potensi mereka bisa meningkat, dan berkembang. “Kami lakukan ini untuk meningkatkan potensi yang ada di warga binaan kami. Baik potensi sebelum menjadi warga binaan maupun sesudahnya. Sehingga potensi mereka bisa terimplementasi, dan berkembang di sini. Kelas ini sudah jalan 1 bulan,” katanya. Lebih lanjut dikatakannya, total ada 40 orang warga binaan yang mengikuti kelas tersebut. Menurutnya, masing-masing warga binaan memiliki potensi yang berbeda-beda sesuai keinginannya. “Banyak potensi mereka. Di sini juga kita latih berbagai keahlian, seperti perkayuan, las, elektronik, kaligrafi, pembuatan paving blok, menjahit, membuat handuk, dan yang terbaru adalah membatik,” imbuh Suprapto. Pihaknya berharap, nantinya para warga binaan bisa mandiri dengan skill enterpreneur yang dimiliki saat di dalam lapas. Sehingga mereka tidak kembali ke lapas, usai bebas nanti. “Setelah bebas mereka punya bekal untuk berwirausaha dan mandiri,” ucap dia lagi. Sementara itu, Muh Teguh Pujianto, salah satu narasumber yang mengisi kelas tersebut meminta para warga binaan untuk tidak rendah diri. Selain itu, dirinya juga berpesan kepada warga binaan agar selalu berfikir positif. “Percaya diri, dan selalu befikir positif. Ayo kenali diri, potensi diri. Kita yang menentukan nasib kita sendiri,” tutur dia didepan warga binaan. Pemilik Goedang Kaos tersebut menambahkan, yang terpenting adalah kemauan. Menurutnya, jika ada kemauan pasti ada jalan. “Kreatifitas tidak harus mahal. Jangan takut dibajak, pasrahkan saja ke Tuhan. Yang penting kita terus berkarya,” kata dia. Sementara salah seorang warga binaan bernama Simon (33) asal Jakarta, mengapreisasi kegiatan tersebut. Diakuinya, para warga binaan dibekali berbagai skill selama di dalam Lapas Kelas II A Kendal itu, seperti perkayuan, perikanan, peternakan lele dan ayam. Selain itu juga dibekali siraman kerohanian di gereja juga pesantren. “Kalau saya lebih ke paduan suaranya. Kebetulan saya juga pembina paduan suara. Kalau band baru mulai, kita masih terkendala alat,” ujar terpidana kasus pembunuhan di Jakarta itu. Di sisa masa tahanannya yang masih 16 tahun, Simon kini menjadi pembina kerohanian di gereja setempat. Jika bebas nanti, dirinya mengaku bakal menjadi pekerja rohani. “Setelah ini, saya arahnya ke pekerja rohani mas. Pengen juga kembali ke pekerjaan yang dulu, tapi terkendala modal. Dulu saya pernah jadi fotografer media dan wedding di Jakarta,” tukas pria yang divonis 20 tahun itu. (nul) Sumber : radarpekalonganonline.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0