Anggaran Tersendat,Lapas Narkoba Tertunda Lagi

LAPAS Kelas IIA Denpasar (Kerobokan) makin memprihatinkan, menyusul tewasnya seorang tahanan, Edy Suwito (29), Kamis (12/1) dini hari lalu. Over kapasitas dengan tingkat keamanan yang makin tidak memenuhi standar pengawasan karena tidak sepadan dengan petugas yang ada. Juga, dengan kapasitas gedung yang tersedia. Malah, jumlah penghuninya kini tiga kali lipat dari 323 kapasitas yang tersedia.

Berbagai solusi pun sudah dicoba, namun hasilnya masih nihil. Termasuk, membangun lapas baru yang menjadi polemik antara pemerintah daerah yang seharusnya menyadari hal itu sebagai sebuah tanggung jawab bersama. Sementara pembinaan narapidana pun menjadi masalah besar, karena tak adanya kebijakan pemerintah yang jelas.

Rencana pembangunan Lapas Narkoba di Bangli pun kini kembang kempis. Mantan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Hukum dan HAM Bali Taswem Tarib yang baru pindah, sempat menyatakan

Anggaran Tersendat,Lapas Narkoba Tertunda Lagi

LAPAS Kelas IIA Denpasar (Kerobokan) makin memprihatinkan, menyusul tewasnya seorang tahanan, Edy Suwito (29), Kamis (12/1) dini hari lalu. Over kapasitas dengan tingkat keamanan yang makin tidak memenuhi standar pengawasan karena tidak sepadan dengan petugas yang ada. Juga, dengan kapasitas gedung yang tersedia. Malah, jumlah penghuninya kini tiga kali lipat dari 323 kapasitas yang tersedia.

Berbagai solusi pun sudah dicoba, namun hasilnya masih nihil. Termasuk, membangun lapas baru yang menjadi polemik antara pemerintah daerah yang seharusnya menyadari hal itu sebagai sebuah tanggung jawab bersama. Sementara pembinaan narapidana pun menjadi masalah besar, karena tak adanya kebijakan pemerintah yang jelas.

Rencana pembangunan Lapas Narkoba di Bangli pun kini kembang kempis. Mantan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Hukum dan HAM Bali Taswem Tarib yang baru pindah, sempat menyatakan bahwa paling lambat akhir tahun 2012 ini para napi kasus narkotika di Lapas Kerobokan sudah bisa dipindahkan. Namun kenyataannya, anggarannya tidak jelas turunnya.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Hukum dan HAM Bali Priyadi, saat dimintai konfirmasi belum lama ini mengungkapkan, lapas khusus narkotika itu kemungkinan besar baru bisa digunakan tahun 2014 mendatang. Pasalnya, tahun ini pembangunan kembali tersendat karena alasan anggaran. ''Untuk tahun ini, kami sudah mengajukan, tapi anggarannya belum turun,'' katanya.

Sampai saat ini, tambahnya, pembangunannya belum mengalami perkembangan, hanya selesai pagarnya saja. Padahal, lapas telah dibangun mulai dua tahun lalu. ''Kami harus akui, negara tak memiliki banyak anggaran, dan hal ini tak jadi prioritas,'' jelas Priyadi.

Walau tersendat, Lapas Narkoba ini masih diharapkan jadi penyelesaian masalah over kapasitas yang terjadi di Lapas Kerobokan dan rutan lainnya yang mengalami nasib serupa. Karena kenyataannya, tahanan dan napi kasus narkoba memang sangat mendominasi. Dari 1.000 lebih penghuni Lapas Kerobokan, 50 persen lebih merupakan tahanan dan napi kasus narkotika.

Untuk Lapas Narkoba yang masih dalam angan-angan itu, akan ditempati 750 orang. ''Idealnya memang tidak lebih dari 750 orang agar lebih efektif. Jika lebih dari 700 orang, penanganannya sulit,'' ujarnya. (kom)

Sumber: www.balipost.com/mediadetail.php?module=detailberita&kid=10&id=61047

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0