Anton Medan Berikan Tausyiah di Lapas Bogor

BOGOR, INFO_PAS – "Tak seorang pun bisa mengetahui nasib yang akan terjadi di masa mendatang, kecuali berusaha menjadi lebih baik agar kelak bisa menyongsong masa depan yang lebih baik. Intinya memacu diri dengan belajar dan mau berbuat serta doa dengan ikhlas”. Demikian disampaikan Anton Medan kepada warga binaan pemasyarakatan Lapas Bogor dalam tausiyah bertajuk “Spirit of Dakwah Dalam Bingkai Pemasyarakatan”, Senin (27/5).
Anton Medan yang pernah merasakan hidup di dalam Lapas mengisahkan perjalanan panjang hidupnya saat menghuni lapas. Menurut Anton, tokoh-tokoh besar seperti Soekarno, Buya Hamka, dan Nelson Mandela pun pernah pula merasakan ujian berada di penjara, namun hal tersebut tidak membatasi mereka untuk terus berkarya dan mengasah diri.
“Penjara jangan dijadikan hambatan untuk berkarya dan mengasah diri. Teruslah belajar. Boleh saja fisik dan ruang gerak kita dibatasi, namun akal dan pikiran kita tak bisa

Anton Medan Berikan Tausyiah di Lapas Bogor
BOGOR, INFO_PAS – "Tak seorang pun bisa mengetahui nasib yang akan terjadi di masa mendatang, kecuali berusaha menjadi lebih baik agar kelak bisa menyongsong masa depan yang lebih baik. Intinya memacu diri dengan belajar dan mau berbuat serta doa dengan ikhlas”. Demikian disampaikan Anton Medan kepada warga binaan pemasyarakatan Lapas Bogor dalam tausiyah bertajuk “Spirit of Dakwah Dalam Bingkai Pemasyarakatan”, Senin (27/5).
Anton Medan yang pernah merasakan hidup di dalam Lapas mengisahkan perjalanan panjang hidupnya saat menghuni lapas. Menurut Anton, tokoh-tokoh besar seperti Soekarno, Buya Hamka, dan Nelson Mandela pun pernah pula merasakan ujian berada di penjara, namun hal tersebut tidak membatasi mereka untuk terus berkarya dan mengasah diri.
“Penjara jangan dijadikan hambatan untuk berkarya dan mengasah diri. Teruslah belajar. Boleh saja fisik dan ruang gerak kita dibatasi, namun akal dan pikiran kita tak bisa dibatasi oleh apapun”, sebut Anton.
Berkat tekad dan keinginannya yang besar, Anton akhirnya memilih jalan hidup menjadi penceramah atau ustadz agar bermanfaat bagi orang lain. Ia bahkan telah mendirikan pesantren bernama At-Taibin dan sebuah masjid yang dinamai Tan Hok Liang di Cibinong.
“Setiap kejadian yang menimpa anak manusia adalah ujian dari Allah SWT. Apa yang dijalani Saudara-saudara saat ini harus dijadikan sebagai motivasi dan diambil hikmah dari setiap yang kita lakukan agar kelak bisa hidup lebih baik”, pesan pria bernama asli Tan Hok Liang ini.
Sementara itu Kalapas Bogor, Asep Syarifudddin, tidak lupa turut memberikan motivasi kepada seluruh warga binaan di Lapas Bogor. Menuru Asep, kunci untuk menjadi pribadi yang lebih baik adalah belajar mendalami ilmu yang bermanfaat agar kelak bermanfaat bagi semua makhluk.
“Saat diluar mungkin kita lupa mensyukuri nikmat. Sekarang Saudara diberikan ujian untuk lebih mensyukurinya di universitas kehidupan yaitu lembaga pemasyarakatan. Dan tidak sedikit orang-orang sukses tapi harus melewati masa-masa sulit terlebih dahulu,” ungkapnya.
Selain diikuti para warga binaan, tausyiah ini dihadiri pula oleh anggota Dharma Wanita dan seluruh petugas Lapas Bogor. Acara kemudian ditutup oleh penampilan dan persembahan marawis Al-Awabin Lapas Bogor.

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0