Bahaya HIV/AIDS Disosialisasikan Di Rutan Kendari

Kendari,  (Antara News) - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa, menggelar sosialisasi pencegahan dan bahaya HIV dan AIDS di rumah tahanan (Rutan) Punggolaka Kendari. Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kendari, Musadar Mapasomba yang juga merupakan Ketua KPA Kendari, Kepala Rutan Punggolaka, Masudi, dan seluruh warga atau tahanan di rutan tersebut Musadar saat memberikan materi sosialisasi mengatakan, AIDS (Aquired Immune Deficiency Syndrom) bukan penyakit melainkan suatu kondisi seseorang yang telah tertular HIV (Human Immunodeficency Virus). "Jadi virus HIV ini mengancam saudara kita, tante kita, kalau ada satu meninggal karena virus HIV, maka ada satu atau dua yang telah terjangkit. Jadi kalau suaminya positif maka ajaib kalau istrinya tidak terjangkit," katanya. Menurutnya, seseorang yang terjangjit HIV nanti bisa dirasakan efeknya setelah 10 tahun ke atas, sehingga orang yang kelihata

Kendari,  (Antara News) - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa, menggelar sosialisasi pencegahan dan bahaya HIV dan AIDS di rumah tahanan (Rutan) Punggolaka Kendari. Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kendari, Musadar Mapasomba yang juga merupakan Ketua KPA Kendari, Kepala Rutan Punggolaka, Masudi, dan seluruh warga atau tahanan di rutan tersebut Musadar saat memberikan materi sosialisasi mengatakan, AIDS (Aquired Immune Deficiency Syndrom) bukan penyakit melainkan suatu kondisi seseorang yang telah tertular HIV (Human Immunodeficency Virus). "Jadi virus HIV ini mengancam saudara kita, tante kita, kalau ada satu meninggal karena virus HIV, maka ada satu atau dua yang telah terjangkit. Jadi kalau suaminya positif maka ajaib kalau istrinya tidak terjangkit," katanya. Menurutnya, seseorang yang terjangjit HIV nanti bisa dirasakan efeknya setelah 10 tahun ke atas, sehingga orang yang kelihatan sehat tidak menutup kemungkinan sudah tertular HIV kalau pola hidupnya sering melakukan pergaulan atau berhubungan badan dengan cara ganti-ganti pasangan. "Penyebaran virus HIV yang dapat ditularkan hanya terdapat dalam darah, air mani, cairan vagina dan air susu ibu," kata Musadar. Sedangkan cara penularan katanya, HIV hanya bisa terjadi dengan sebab perantara melakukan hubungan seks dengan yang mengidap HIV positif, menerima transfusi darah mengandung HIV, menerima cangkok organ tubuh, menggunakan jarum suntik, dan saat pemberian Air Susu Ibu (ASI). Disebutkan, Rutan bukanlah sebuah akhir atau finis untuk mencap individu sebagai orang yang tidak berguna dan orang bersalah, tetapi harus dijadikan sebagai titik poin untuk berubah. "Karena itu saya berpesan kepada penghuni Rutan agar menjadikan kondisi itu untuk lebih mengenal nilai-nilai agama, karena yang bisa membentengi diri dari bahaya HIV/AIDS salah satunya adalah nilai-nilai keimanan," katanya. Kepala Rutan Punggolaka Kendari, Masudi, mengapresiasi kegiatan sosialisasi penanggulangan dan bahaya HIV/AIDS yang dilakukan KPA Kendari kepada warga binaan di rutan tersebut. "Yang saya ingin sampaikan kepada warga rutan, bahwa kami tidak pernah anggap anda orang jahat. Karena diluar sana banyak banyak lebih jahat tetapi tidak masuk di Rutan. Hanya karena kesalahan kecil sehingga kalian masuk di rutan ini. Maka dari itu, ini adalah pilihan tuhan agar kita melakukan instropeksi diri," katanya dihadapan sekitar 300 tahanan. Sumber : antarasultra.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0