BAKERY RUTAN SURABAYA MASUK NOMINASI SERTIFIKASI PIAGAM BINTANG BPOM SIDOARJO

Surabaya, INFO_PAS. Roti bakery bikinan wargabinaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) klas 1 Surabaya ternyata tidak kalah dan mampu bersaing dengan produk serupa yang dipasarkan di masyarakat. Ini terbukti terpilihnya “Arjuna Pas” Bakery Rutan Surabaya dalam nominasi sertifikasi piagam Bintang Satu Keamanan Pangan  dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sidoarjo, Jawa Timur. “Inilah produk unggulan kami,” kata Kepala Rutan Surabaya, Kadiyono sambil menunjukan dapur pembuatan roti kepadaINFO_PAS Jumat (9/4) lalu. Lanjut menurut mantan Kalapas Cilacap ini, selain Arjuna Pas Bakery, home industri yang masuk nominasi adalah Brownis “Amanda” Sidoarjo, Bandeng Asap “Hoeya” Sidoarjo dan home industri bumbu masak “Cipta Rasa” Sidoarjo. “Prestasi ini tentu saja menjadikan motivasi untuk lebih semangat lagi. Ternyata produk unggulan Rutan ini memiliki mutu yang baik, tidak kalah

BAKERY RUTAN SURABAYA MASUK NOMINASI SERTIFIKASI PIAGAM BINTANG BPOM SIDOARJO
Surabaya, INFO_PAS. Roti bakery bikinan wargabinaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) klas 1 Surabaya ternyata tidak kalah dan mampu bersaing dengan produk serupa yang dipasarkan di masyarakat. Ini terbukti terpilihnya “Arjuna Pas” Bakery Rutan Surabaya dalam nominasi sertifikasi piagam Bintang Satu Keamanan Pangan  dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sidoarjo, Jawa Timur. “Inilah produk unggulan kami,” kata Kepala Rutan Surabaya, Kadiyono sambil menunjukan dapur pembuatan roti kepadaINFO_PAS Jumat (9/4) lalu. Lanjut menurut mantan Kalapas Cilacap ini, selain Arjuna Pas Bakery, home industri yang masuk nominasi adalah Brownis “Amanda” Sidoarjo, Bandeng Asap “Hoeya” Sidoarjo dan home industri bumbu masak “Cipta Rasa” Sidoarjo. “Prestasi ini tentu saja menjadikan motivasi untuk lebih semangat lagi. Ternyata produk unggulan Rutan ini memiliki mutu yang baik, tidak kalah dengan produk di pasaran,” ungkap Kadiyono. Sertifikasi Piagam Bintang satu keamanan pangan ini diberikan kepada home industri yang memenuhi persyaratan diantaranya telah menerapkan kesehatan dan kebersihan bagi karyawannya termasuk pakaian dan perilaku pegawainya. Selain itu juga dinilai proses produksinya dari sejak penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan hingga pengangkutan hasil produksi pangan serta dinilai cara pengendalian hama dan sanitasi lingkungan kerja. Tentu saja prestasi ini juga membanggakan para pembuatnya. Sebut saja AA (29 tahun) wargabinaan Rutan Surabaya yang tersandung kasus narkoba ini dipercaya sebagai kepala koki mengungkapkan kegembiraannya bisa mendapatkan kesempatan bisa mengembangkan bakatnya. “Dulu saya biasa mendisain kue ulang tahun, Alhamdulillah disini diberikan kepercayaan untuk bisa mengembangkannya,” ungkap pria yang pernah bekerja di salah satu pabrik roti terkenal. Sementara itu Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Surabaya, Teguh Hartaya mengungkapkan bahwa produksi pembuatan roti ini dikerjakan oleh Sembilan wargabinaan yang sudah terpilih, dalam satu hari mampu memproduksi sekitar 300-400 roti. “Kalo ada pesanan bisa lebih dari 500 per hari,” Katanya. Lanjut menurut Teguh, roti tersebut tidak sempat dipasarkan ke luar rutan. Konsumennya adalah para pengunjung yang sedang membesuk keluarganya dan para penghuni Rutan yang saat ini di huni lebih dari 1.700 orang.  

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0