Bapas Ambon Terima 5 WBP Asimilasi & Integrasi dari Rutan Ambon

Bapas Ambon Terima 5 WBP Asimilasi & Integrasi dari Rutan Ambon

Ambon, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Ambon kembali menerima lima Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Ambon, Rabu (15/9). Kelima WBP yang mendapat Asimilasi di rumah dan Integrasi melaporkan diri di kantor Bapas Ambon.

Proses penerimaan seluruh WBP diterima langsung oleh Kepala Subseksi (Kasubsi) Bimbingan Klien Dewasa, Marthina Solilit, selanjutnya dilakukan registrasi. RS alias Rein dan HH alias Husni menjalani Asimilasi di rumah, sedangkan RB alias Rian, RJP alias Ris, dan AL alias Adit menjalani Cuti Bersyarat. Masing-masing dengan kasus yang berbeda, yakni penyalahgunaan narkoba dan penganiayaan.

Marthina meminta kelimanya bersyukur karena sudah bisa menghirup udara bebas melalui program Asimilasi di rumah dan Integrasi. Ia selaku orang yang bertanggung jawab mengawasi seluruh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) melakukan pembimbingan dan pengawasan berharap WBP tidak menyusahkan PK masing-masing dengan menaati semua peraturan yang sudah ditetapkan Bapas Ambon.

“Saya secara pribadi mengucapkan selamat kepada saudara-saudara sekalian yang mendapatkan Asimilasi di rumah dan Integrasi sehingga bisa berkumpul bersama keluarga. Sekali lagi saya tekankan bahwa saudara-saudara wajib tahu masing-masing PK. Kalian tidak akan bisa mendapatkan Asimilasi dan Integrasi tanpa PK yang membuat Penelitian Kemasyarakatan yang menentukan bisa keluar atau tidak. Ketika berada di luar, PK kalianlah yang bertanggung jawab untuk melakukan pembimbingan dan pengawasan,” tegas Marthina.

Ia juga meminta seluruh Klien tidak melakukan pelanggaran dan ketika di luar jangan sampai ada alasan karena jarak jauh atau tidak punya alat komunikasi sehingga mereka tidak wajib lapor. Berhubung kondisi pandemi COVID-19, pihaknya melalui PK Bapas berikan keringanan dengan cara dala jaringan, bisa melalui media telepon atau video call. “Jika tidak bisa dihubungi dan tidak diketahui alamatnya lagi tanpa memberikan kabar, kami tidak akan segan-segan untuk mengusulkan pencabutan Asimilasi dan Integrasi,” tambah Marthina.

Kepala Bapas Ambon, Aminah Kilkoda, menuturkan hal senada. Dengan tegas ia menyatakan kepada seluruh WBP bahwa mereka yang telah dibebaskan dan kembali berulah akan mendapatkan sanksi yang lebih berat. “Saya harap seluruh jajaran Bapas Ambon ketika melakukan pembimbingan dan pengawasan, tidak melakukan pungutan liar terhadap seluruh WBP yang menjalani Asimilasi dan Integrasi,” pintanya.

Aminah meminta jajarannya harus jujur dan profesional untuk melakukan pembimbingan dan pengawasan. Selain itu, semaksimal mungkin sebagai seorang PK harus bisa menumbuhkan rasa percaya di masyarakat agar mereka tidak takut ketika menerima WBP yang memperoleh kebebasan. Ia juga mengimbau masyarakat tidak panik dan dapat menerima WBP yang merupakan Klien Bapas yang sedang menjalani Asimilasi dan Integrasi.

“Mereka bukanlah penjahat yang harus ditakuti. Setiap manusia pasti punya masa lalu yang kelam. Tapi, mereka juga mempunyai hak untuk berubah jadi lebih baik dan hidup bersama di tengah-tengah masyarakat, melakukan aktivitas sosial, dan kegiatan positif lainnya. Peran serta masyarakat sangat diharapkan juga untuk membantu melakukan pengawasan bagi seluruh Klien Bapas Ambon,” pungkas Aminah. 

Sebelum melapor ke Bapas Ambon, kelima WBP daa keluarga mereka mendapat pesan dari Pelaksana Tugas Kepala Rutan Ambon, Fifi Firda, bahwa program yang sedang diikuti WBP sifatnya mengikat. Jika kedapatan melakukan tindakan yang melanggar hukum atau hal-hal lainnya, maka program yang sedang dijalani akan dicabut kembali. "Tolong jaga keluarga Anda. Jangan lakukan kesalahan dan selamat berkumpul dengan keluarga," ucapnya.

Sementara itu, Kasubsi Pelayanan Tahanan, Dorsina Jadera, berharap segala aktivitas yang dilakukan WBP sehari-hari di luar nantinya tetap menerapkan protokol kesehatan dengan baik serta berpesan kepada pihak keluarga agar sebisa mungkin menjaga anggota keluarganya tidak melakukan kesalahan di luar. "Selalu koperatif dalam melaksanakan program ini dan patuhi segala aturan yang berlaku sebab kalian belum sepenuhnya bebas. Akan ada pihak Bapas Ambon yang akan selalu mengawasi dan melakukan pengontrolan,” pungkasnya. (IR)

 

Kontributor: Bapas Ambon, Rutan Ambon

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0