Bapas Surabaya Gelar Bimtek Assessmen Risiko dan Kebutuhan bagi PK & PPK

Surabaya, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Surabaya menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Assessmen Risiko dan Kebutuhan pada 5-7 Oktober 2015. Bimtek ini diikuti 30 Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dan Pembantu PK Bapas Surabaya. Bimtek ini dinilai penting mengingat pemberlakuan Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak menempatkan PK sebagai posisi yang penting dan strategis. “Saya menyambut baik dan mengapresiasi segenap pimpinan dan staf Bapas Surabaya yang berinisiatif melaksanakan kegiatan bimtek secara mandiri guna menjawab tantangan tugas yang dari waktu ke waktu semakin besar dan berat,” kata Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur, Budi Sulaksana, saat membuka kegiatan. Selama tiga hari mengikuti bimtek, para peserta mendapat pembekalan pengetahuan mengenai assessmen, baik teori dan praktek, dari narasumber asal Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, yaitu Giyanto, Ali Muhammad, dan Shanti Suzanna. P

Bapas Surabaya Gelar Bimtek Assessmen Risiko dan Kebutuhan bagi PK & PPK
Surabaya, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Surabaya menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Assessmen Risiko dan Kebutuhan pada 5-7 Oktober 2015. Bimtek ini diikuti 30 Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dan Pembantu PK Bapas Surabaya. Bimtek ini dinilai penting mengingat pemberlakuan Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak menempatkan PK sebagai posisi yang penting dan strategis. “Saya menyambut baik dan mengapresiasi segenap pimpinan dan staf Bapas Surabaya yang berinisiatif melaksanakan kegiatan bimtek secara mandiri guna menjawab tantangan tugas yang dari waktu ke waktu semakin besar dan berat,” kata Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur, Budi Sulaksana, saat membuka kegiatan. Selama tiga hari mengikuti bimtek, para peserta mendapat pembekalan pengetahuan mengenai assessmen, baik teori dan praktek, dari narasumber asal Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, yaitu Giyanto, Ali Muhammad, dan Shanti Suzanna. Para peserta bimtek juga diajak menyelami bagaimana mengenal klien agar dapat memberikan bimbingan yang tepat bagi kliennya. Salah satu peserta bimtek, Yoyon, mengaku kegiatan ini memberi pengetahuan baru karena disertai dengan praktek assessmen. “Kegiatan ini memberi saya pengalaman secara langsung karena kita dapat mempraktekan teori assessmen secara langsung,” kata Yoyon yang baru mengikuti Pendidikan dan Latihan PK angkatan IV 2015 di Jakarta.     Kontributor: Bapas Surabaya

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0