Bapas Yogya Wujudkan Layanan Nol Rupiah Demi WBK/WBBM

Share:

Yogyakarta, INFO_PAS – Petugas Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta mensosialisasikan program “Nol Rupiah” kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) ke lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara (rutan) wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk itu, pihak bapas membentuk beberapa tim yang anggotanya terdiri dari pejabat struktural dan Pembimbing Kemasyarakatan (PK) untuk melakukan sosialisasi dalam rangka membangun Zona Intregritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani.

Pada Jumat (21/6) tim sosialisasi diwakili oleh Kepala Seksi Bimbingan Klien Anak, Hartono, beserta PK Muda, Rini Rahma Hasnawati dan Farid E. Susanta, serta dan PK Pertama, Nabila Adnani, mendatangi Rutan Yogyakarta. Di hadapan 56 WBP Rutan Yogyakartya, Hartono sebagai ketua tim mengawali paparannya  dengan memperkenalkan tugas dan fungsi bapas serta tujuan sosialisasi.

“Kehadiran kami membawa misi untuk memperkenalkan Bapas Yogyakarta serta mensosialisasikan jenis-jenis layanan bapas kepada WBP,” ujarnya.

Selanjutnya, Farid yang tampil sebagai penyaji utama membuka paparannya dengan memperkenalkan apa dan siapa PK, tugas-tugas PK, dan jenis-jenis Penelitian Kemasyarakatan yang nantinya akan terkait dengan program-program perawatan, pembinaan, dan pembimbingan WBP. “Semua layanan baps yang akan rekan-rekan terima nanti sama sekali tidak dipungut biaya sepeserpun alias nol Rupiah,” tegasnya.

Farid juga berpesan agar bila ada oknum yang dengan dalih apapun meminta biaya untuk layanan bapas agar ditolak dan boleh dilaporkan ke layanan aduan bapas.

WBP Rutan Yogyakarta pun sangat antusias menanggapi paparan tersebut. Salah satu narapidana warga negara asing yang berasal dari Timur Leste, Gueteres, misalnya. Ia menanyakan apakah seperti dirinya bisa mendapatkan Pembebasan Bersyarat (PB).

Menanggapi hal tersebut, Farid mengatakan semua narapidana berhak mendaptakan PB. Hanya saja sebagai narapidana asing diperlukan syarat-syarat khusus tambahan misalnya adanya surat jaminan tidak akan melarikan diri, menaati ketentuan-ketentua dari Kedutaan Besar/Konsulat Negara, ada keluarga/korporasi yang bertanggung jawab selama di Indonesia, serta Surat Bebas Izin Tinggal dari Direktur Jenderal Imigrasi dan Red Notice.

Di sesi ketiga, Nabila Adnani memaparkan program-program unggulan Bapas Yogyakarta. “Satu klien harus menguasai satu kemampuan dari program unggulan bapas,” ungkapnya.

Perwakilan Rutan Yogyakarta, Rokhman, sangat mengapresiasi apa yang disampaikan oleh Tim Sosialisasi Nol Rupiah Bapas Yogyakarta. “Apa yang disampaikan oleh tim sosialisasi tentu akan sangat berguna bagi WBP semua,” pungkasnya.

 

 

 

Kontributor: Bapas Yogyakarta 

Bapas Yogya Wujudkan Layanan Nol Rupiah Demi WBK/WBBM | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya