Bebas Murni & Jalani Integrasi, WBP Dikeluarkan dari Lapas

Bebas Murni & Jalani Integrasi, WBP Dikeluarkan dari Lapas

Namlea, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea kembali melaksanakan pembebasan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Jumat (10/12). Kali ini, empat WBP an. AB, RB, NB, dan BB telah selesai menjalani masa pidananya selama enam bulan dan memenuhii syarat sehingga dinyatakan bebas dengan status bebas murni. Tiga hari berselang, Senin (13/12) dua WBP an. SU dan VP juga bebas murni setelah kurang lebih enam bulan menjalani masa pidananya di Lapas Namlea.

Proses pengeluaran WBP tersebut berjalan lancar dan sesuai SOP yang berlaku. Staf Admisi dan Orientasi, La Ode Rudi Herwanto, telah melakukan pemeriksaan mengenai kelengkapan berkas, perhitungan tanggal ekspirasi, serta penginputan data dan dokumen pendukung pada aplikasi Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) sehingga dilaksanakan pembebasan kepada WBP yang bersangkutan.

“Kami telah melaksanakan pembebasan terhadap WBP setelah diperiksa berkas, perhitungan manual tanggal ekspirasi, dan penginputan data pada SDP. Sebelumnya, yang bersangkutan juga sudah membayar denda,” ujar La Ode.

Ia berharap WBP setelah bebas tidak mengulangi tindak pidana yang dilakukan. “Jangan ulangi lagi kesalahan yang sama. Apa yang didapatkan selama menjalani pembinaan di sini jadikan sebuah pembelajaran untuk menjalani hidup lebik baik lagi. Kalian juga harus kembali berbaur dan berperan aktif di lingkungan masyarakat serta menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab,” pinta La Ode.

Hal senada disampaikan Kepala Subseksi (Kasubsi) Admisi dan Orientasi, Valda. R. Sopacua. “Apa yang diterima selama di sini, pertahankan. Jangan lagi ulangi, jangan lagi kembali ke sini. Ubah mindset dan jadi pribadi yang berguna bagi keluarga dan masyarakat,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Lapas (Kalapas) Namlea, Ilham, berjanji akan terus berikan pelayanan yang baik dan prima kepada WBP maupun masyarakat. “Pelayanan yang kami berikan gratis. Saya akan selalu kontrol dan pastikan itu. Semoga pembinaan yang didapatkan selama berada di Lapas bisa bermanfaat serta membuat WBP kembali menjadi warga yang berperilaku baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” harap Ilham.

Pada Senin (13/12) satu WBP Lapas Kelas IIA Ambon juga dibebaskan usai mendapatkan program Integrasi berupa Pembebasan Bersyarat (PB). Surat Keputusan (SK) PB diserahkan oleh Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Hendarina Mataheru.

“Jangan mengulangi perbuatan yang melanggar hukum. Jika kembali berulah, hak tersebut akan dicabut. Maka, berkelakuan baiklah selama menjalani pembinaan di luar Lapas,” pesannya.

Sebelum pulang ke keluarga, WBP tersebut diantar ke kantor Balai Pemasyarakatan (Bapas) Ambon untuk dilakukan proses serah terima narapidana di mana pihak Bapas bertindak sebagai pengawas dan pembimbing selama yang bersangkutan menjalani program PB.

Sementara itu, Kalapas Ambon, Saiful Sahri, mengatakan PB merupakan hak para WBP, namun pelaksanaannya harus selektif, tepat, terpenuhi syarat administratif maupun substantifnya, dan tetap berpedoman sesuai ketentuan yang berlaku. “PB telah melalui berbagai tahapan, baik validasi data berdasarkan berkas yang ada hingga pemeriksaan data pelanggaran tata tertib yang pernah dilakukan,” urainya. 

Pada hari yang sama, Senin (13/12) satu WBP Lapas Kelas IIB Piru berinisial ET menerima SK Asimilasi di rumah. Ia telah memenuhi persyaratan subtantif maupun administratif berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor 24 Tahun 2021.

Kalapas Piru, Taufik Rachman, saat memberi SK Asimilasi di rumah menyampaikan kepada WBP bahwa program ini bukanlah bebas sepenuhnya, namun ada syarat dan ketentuan yang wajib diketahui. “Saya berharap saudara menjaga diri dan jangan lakukan tindakan yang melanggar aturan atau meresahkan masyarakat selama menjalani sisa hukuman di rumah,” ucap Taufik.

Ia menyebut program Asimilasi di rumah adalah solusi yang dicanangkan pemerintah melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam mengatasi penyebaran Coronavirus disease (COVID-19) serta mengatasi over kapasitas hunian. “Saya berharap saudara jangan menyalahgunakan program ini. Tetap berada di rumah, jaga jarak, patuhi protokol kesehatan COVID-19, dan wajib lapor secara online. Mudah-mudahan ini membantu mencegah penyebaran COVID-19 di Lapas Piru,” harap Taufik. (IR)

 

Kontributor: Lapas Namlea, Lapas Ambon, Lapas Piru

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0