Belasan Napi Lapas Klas II A Kendal Bersihkan Saluran Drainase

KENDAL – Belasan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Kendal, dikerahkan untuk membersihkan sampah-sampah yang menggenangi selokan di kompleks perkantoran dan Rumah Dinas (Rumdin) pejabat, di Jalan Pemuda dan Jalan Notomudigdo, Rabu (10/8). Kawasan itu meliputi Rumdin Bupati Kendal, Kantor Inspektorat, Rumdin Ketua DPRD Kendal, dan Rumdin Dandim 0715/Kendal. Kalapas Klas IIA Kendal, Dwi Agus Setiabudi, mengatakan, kegiatan bersih-bersih ini dilakukan oleh 13 napi yang sudah menjalani proses asimiliasi atau telah melaksanakan setengah dari masa hukumannya. Mereka diminta untuk membersihkan drainase yang tersumbat oleh banyaknya sampah, sehingga membuat selokan mampet. Akibatnya, bau tidak sedap dan suasana kumuh tergambarkan dari kondisi tersebut. “Bersih-bersih ini dilakukan sejak pukul 09.00 WIB, dimulai dari depan Rumdin Bupati hingga memutar menuju depan Kantor Inspektorat Kendal. Selokan tersebut terlihat tergenang oleh banyak sampah sehingga men

Belasan Napi Lapas Klas II A Kendal Bersihkan Saluran Drainase
KENDAL – Belasan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Kendal, dikerahkan untuk membersihkan sampah-sampah yang menggenangi selokan di kompleks perkantoran dan Rumah Dinas (Rumdin) pejabat, di Jalan Pemuda dan Jalan Notomudigdo, Rabu (10/8). Kawasan itu meliputi Rumdin Bupati Kendal, Kantor Inspektorat, Rumdin Ketua DPRD Kendal, dan Rumdin Dandim 0715/Kendal. Kalapas Klas IIA Kendal, Dwi Agus Setiabudi, mengatakan, kegiatan bersih-bersih ini dilakukan oleh 13 napi yang sudah menjalani proses asimiliasi atau telah melaksanakan setengah dari masa hukumannya. Mereka diminta untuk membersihkan drainase yang tersumbat oleh banyaknya sampah, sehingga membuat selokan mampet. Akibatnya, bau tidak sedap dan suasana kumuh tergambarkan dari kondisi tersebut. “Bersih-bersih ini dilakukan sejak pukul 09.00 WIB, dimulai dari depan Rumdin Bupati hingga memutar menuju depan Kantor Inspektorat Kendal. Selokan tersebut terlihat tergenang oleh banyak sampah sehingga menimbulkan bau tidak sedap dan banyak nyamuknya, sehingga memang sudah selayaknya untuk dibersihkan,” ujarnya. Agus mengungkapkan, pihaknya sebenarnya telah berusaha meminta bantuan dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Ciptaru) Kendal guna membersihkan saluran drainase tersebut. Namun bantuan tidak bisa disediakan pada waktu itu, dengan alasan kegiatan padat di hari tersebut. “Kami meminta bantuan dinas terkait untuk membersihkan drainase tersebut, hanya saja mereka menyatakan baru bisa memberikan bantuan personel besok pagi. Hal ini kemudian membuat kami berinisiatif untuk bergerak sendiri, membersihkan sampah-sampah yang menggenangi drainase tersebut. Kegiatan ini juga bisa digunakan refreshing bagi warga binaan untuk menghirup udara segar di luar Lapas,” paparnya. Sementara itu, Ketua DPRD Kendal, Prapto Utono, mengungkapkan, drainase di wilayah Kabupaten Kendal khususnya wilayah Kota Kendal tidak terawat dengan baik, misalnya saja, saluran air mampet atau tidak jalan, sehingga terlihat kumuh dan menimbulkan banyak nyamuk serta bau tidak sedap. Padahal sebagai bagian utama dari wajah perkotaan Kendal, harusnya mendapatkan perhatian lebih agar tidak risih saat mendapatkan kunjungan tamu dari luar kota. “Apalagi saat terjadi banjir, air seringkali susah surut akibat saluran kotor dan tidak lancar. Sehingga kami meminta kepada dinas terkait agar memberi perhatian lebih terkait kebersihan drainase,” ucapnya. Terpisah, Bupati Kendal, dr Mirna Annisa MSi, menyatakan bahwa satu bulan lalu penumpukan sampah di beberapa titik di Kabupaten Kendal terlihat sangat mengganggu, sehingga dinilai belum tertata baik bahkan cenderung kotor. Hal ini kemudian ternyata mendapatkan sambutan baik dari Kalapas dan Ketua DPRD, yang kemudian berusaha mencari cara untuk mengatasinya, dengan cara mengerahkan Pasukan Biru. “Dinas terkait ternyata tidak merespon baik sehingga ada niatan untuk mengerjakan membersihkan drainase melalui Pasukan Biru, dengan memberdayakan warga binaan Lapas. Kami berharap program ini bisa terus berkelanjutan,” ucapnya. Dikatakan, Mirna dengan tegas berencana melakukan restrukturisasi pegawai di semua SKPD, hal itu untuk membantu secara maksimal semua visi dan program kerjanya agar berjalan sesuai rencana. “Semua SKPD yang tidak bisa diajak berkoordinasi dengan baik, akan dilakukan restrukturisasi. Tidak hanya untuk kepala dinasnya saja, tapi juga kabid-kabidnya,” tegasnya. (yog) sumber:http://www.radarpekalongan.com/

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0