Bola Buatan Napi LP Malang Diekspor ke Timur Tengah

MALANG--MICOM: Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas I Malang melakukan berbagai macam kegiatan pembinaan bagi narapidana.

Salah satunya yakni pembuatan bola kaki ukuran 5 (bola lapangan) dan bola kaki ukuran 4 (bola futsal) berstandar internasional. Hasilnya sudah menembus pasar Timur Tengah dan Korea Selatan

Hal itu diungkapkan kepala LP kelas I Malang, Wibowo Joko Harjono, saat memberikan penjelasan dalam kunjungan Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sihabuddin di Malang, Jawa Timur, Jumat (13/1).

Pembuatan bola tersebut, ujar Joko, merupakan kerja sama dengan PT Indonesia-Kores (Inkor) Pasuruan. Perusahaan tersebut yang menyediakan bahan baku dan peralatan, sedangkan LP menyiapkan tenaga.

Joko memaparkan, sebelum LP diberi kepercayaan untuk mengerjakan pembuatan bola tersebut, investor memberikan

Bola Buatan Napi LP Malang Diekspor ke Timur Tengah

MALANG--MICOM: Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas I Malang melakukan berbagai macam kegiatan pembinaan bagi narapidana.

Salah satunya yakni pembuatan bola kaki ukuran 5 (bola lapangan) dan bola kaki ukuran 4 (bola futsal) berstandar internasional. Hasilnya sudah menembus pasar Timur Tengah dan Korea Selatan

Hal itu diungkapkan kepala LP kelas I Malang, Wibowo Joko Harjono, saat memberikan penjelasan dalam kunjungan Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sihabuddin di Malang, Jawa Timur, Jumat (13/1).

Pembuatan bola tersebut, ujar Joko, merupakan kerja sama dengan PT Indonesia-Kores (Inkor) Pasuruan. Perusahaan tersebut yang menyediakan bahan baku dan peralatan, sedangkan LP menyiapkan tenaga.

Joko memaparkan, sebelum LP diberi kepercayaan untuk mengerjakan pembuatan bola tersebut, investor memberikan pelatihan sesuai dengan standar internasional. Hingga saat ini, tim pengendali kualitas intensif untuk mengecek seminggu sekali. Dalam sehari para napi itu bisa menghasilkan produksi hingga 150 bola.

Joko menjelaskan pembuatan bola secara hand made ini sudah dirintis sejak enam bulan silam. "Alhamdulillah pasarnya sudah sampai Timur Tengah dan Korea," katanya.

Unit kegiatan ini, Joko mengungkapkan, awalnya hanya mampu melatih 50 pekerja. Namun seiring dengan banyaknya napi yang berminat, saat ini sudah tergabung 100 pekerja. Bola-bola yang dihasilkan terbagi menjadi dua. Selain bola kaki, ukuran 5, dibuat pula bola futsal, ukuran 4.

"Setiap pekerja selain mendapatkan keterampilan, juga mendapatkan premi dari hasil pembuatan bola. Untuk ukuran besar Rp4000 per bola dan kecil Rp3500," ungkap Djoko.

Shodiq,26, salah satu napi pembuat bola, mengaku dalam sehari hanya bisa membuat satu bola. Dalam sehari, kerja dilakukan dari pukul 08.00-15.00 WIB. Namun, jika datang banyak pesanan, terkadang sering lembur.

Sementara Bayu Sasongko,22, sudah sekitar dua bulan mengikuti kegiatan ini. Dalam sehari, pria yang tersangkut masalah pencurian kendaraan bermotor ini bisa menghasilkan hingga dua bola. "Upahnya dikasih Rp4.000. Lumayan untuk beli-beli rokok dan disimpan," katanya.

Selain pembuatan bola, LP kelas I malang juga melakukan kegiatan pembuatan miniator motor dari kayu, serta kotak tisu berhiaskan ukiran. Bahkan, LP tersebut membudidayakan jamur tiram yang berproduksi 20-25 kg per hari, serta budidaya ikan lele yang mencapai 25 kolam dengan kapasitas panen 12 ton per tiga bulan. Namun, pasar untuk tiga kegiatan ini masih bersifat lokal, belum merambah ke mancanegara. (Mad/OL-3)

Sumber: www.mediaindonesia.com/read/2012/01/01/291294/289/101/-Bola-Buatan-Napi-LP-Malang-Diekspor-ke-Timur-Tengah

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0