BPP Pantau Kesiapan Lapas Merehabilitasi WBP Penyalahguna Narkoba

Share:

Cirebon, INFO_PAS – Kesiapan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dalam menyelenggarakan program rehabilitasi narkoba bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terus mendapat perhatian. Tak terkecuali dari para pakar dan ahli yang tergabung dalam Balai Pertimbangan Pemasyarakatan (BPP).

Pada Senin (20/11) sejumlah anggota BPP seperti Hasanuddin Massaile, Mardjaman, Profesor Marshudi Kisworo, dan Profesor Mustofa mendatangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Cirebon. Hadir pula Dindin Sudirman dan Soejoto yang merupakan anggota Forum Pemerhati Pemasyarakatan, Ali Aranoval dari Center for Detention Studies, serta Tuti Sri Melasasih selaku Ketua Criminon Asia.

Kedatangan mereka tak lain untuk melihat secara langsung sejauhmana efektivitas pelaksanaan serta memastikan progres kesiapan lapas dalam penyelenggaraan layanan program rehabilitasi narkotika WBP. Apalagi sebanyak 124 UPT Pemasyarakatan telah ditunjuk sebagai penyelenggara layanan program rehabilitasi bagi WBP penyalahguna narkotika.

mantan Dirjen PAS, Hasanuddin, saat memberi pengarahan

“Hasil dari kunjungan kerja hari ini akan dijadikan bahan pertimbangan, saran, dan masukan bagi Menteri Hukum dan HAM guna pengembangan dan efektivitas pelaksanaan program layanan rehabilitasi kedepan,” ujar Hasanuddin Massaile yang pernah menjabat Direktur Jenderal Pemasyarakatan.

Saat tiba di Lapas Narkotika Cirebon, rombongan meninjau program layanan rehabilitasi narkoba WBP seperti proses skrinning, asessmen rehabilitasi, serta pemberian layanan rehabilitasi. Mereka juga menegaskan bahwa Direktorat Jenderal Pemasyarakatan membuka kesempatan untuk melakukan kerja sama dengan instansi/lembaga pemerintah, lembaga internasional, atau pihak swasta dalam program rehabilitasi narkoba WBP.

“Saya cenderung melihat ruangannya sempit dan panas,” tutur Hasanuddin menyoroti ruangan rehabilitasi narkoba di Lapas Narkotika Cirebon.

“Kalau para peserta rehabilitasi dirangsang pakai AC saja, dibantu pengadaannya dari pusat, pasti mereka tertarik,” tambah pria yang menjabat Ketua BPP ini.

Mewakili rombongan yang hadir, Hasanuddin meminta para profesor untuk turun tangan berbagi ilmu dengan WBP agar bermanfaat saat para WBP bebas. “Pembinaan yang dilakukan oleh Lapas Narkotika Cirebon sudah bagus karena tak hanya memberikan teori, namun juga praktik di lapangan, serta kerja sama dengan pihak ketiga,” pujinya.

Kunjungan tersebut diakhiri dengan pemberian cinderamata dari Ketua BPP kepada Kepala Lapas Narkotika Cirebon, Iskandar.

 

 

 

 

 

 

 

BPP Pantau Kesiapan Lapas Merehabilitasi WBP Penyalahguna Narkoba | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya