Buka Pameran PUN 2018, Menkumham: Creativity Goes Beyond The Wall

Share:

Jakarta, INFO_PAS – Untuk kali ke-6, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) kembali menggelar Pameran Produk Unggulan Narapidana (PUN) Tahun 2018. Pameran tersebut dibuka secara resmi oleh Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna H. Laoly, bersama Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartanto, serta Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita, Selasa (3/4).

Bertempat di Plasa Industri, Kementerian Perindustrian Jakarta Selatan, pameran bertema “Kreativitas Tanpa Batas Meski Tempat Terbatas” ini rencananya digelar selama empat hari hingga Jumat (6/4). Pesertanya berasal dari 33 Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) seluruh Indonesia.

“Pameran PUN sudah berjalan enam tahun dan semoga terus berkelanjutan. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kemenkumham untuk membangun sinergi atas keberlangsungan program serta menambah semangat kami karena banyak yang membantu pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam menghasilkan produk unggulan yang bermanfaat bagi masyarakat dan mereka sendiri,” tutur Menkumham.

pembukaan Pameran PUN 2018

Ia berharap WBP mendapat pengakuan dari masyarakat dan tidak lagi dipandang sebelah mata. “Pembinaan bukanlah pembinasaan. Mereka juga dapat berkontribusi positif. Jumlah WBP yang mencapai 230 ribu bisa menjadi labor force. Creativity goes beyond the wall,” tegas Yasonna.

Jumlah Penerimaan Negara Bukan Pajak pun membuktikan bahwa hasil karya WBP telah memberi kontribusi positif serta menjadi penyemangat untuk terus melakukan kegiatan yang lebih produktif dan inovatif. “Kami menggandeng pihak ke-3 dengan menyiapkan orang-orang terampil,” tambah Yasonna seraya bercerita tentang ketertarikan Parsons School of Design di Amerika Serikat terhadap pembinaan Jeera di Rumah Tahanan Negara Cipinang.

Sebelumnya, Menperin, Airlangga Hartanto, mengatakan dukungan dan apresiasi seraya berharap kegiatan ini memberi citra positif pembinaan di lembaga pemasyarakat. “Kegiatan pembinaan mampu mendorong serta membangun karakter dan keterampilan sehingga WBP mempunyai bekal. Mendorong lahirnya wiraswasta baru,” terang Airlangga.

Sementara itu, Mendag, Enggartiasto Lukita, bercerita ia kerap melihat produk WBP di bandara. Ia memuji produk-produk WBP seperti ukiran, rajutan, dan tas yang dinilainya sangat detail. “Kala itu, saya meminta agar Ditjen PAS diundang mengikuti Trade Expo Indonesia 2017 yang terbukti mendapat perhatian dari pengunjung mancanegara,” pujinya.

pembukaan Pameran PUN 2018

Dikatakan Enggartiasto, apa yang ditampilkan WBP tidak kalah dengan produk yang dihasilkan industri lain. “Ini menunjuukkan keberhasilan pembinaan WBP agar mereka siap saat bebas nanti,” lanjutnya.

Untuk itu, ia berjanji akan kembali menyiapkan stand bagi Pemasyarakatan pada Trade Expo Indonesia 2018. “Kami akan ‘memaksa’ marketplace untuk memasarkan produk WBP. Kewajiban kita membantu mereka untuk mengisi pasar lokal dan mendorong ke pasar ekspor. Kami siap bantu menjual,” janji Mendag.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Kemenkumham dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian serta Perjanjian Kerja Sama antara Ditjen PAS dengan Ditjen Industri Kecil Menengah. Pembukaan Pameran PUN Tahun 2018 turut dimeriahkan dengan pagelaran product showThe Masterpieces of Indonesia Prison Ethnic” serta lelang produk WBP.

 

Buka Pameran PUN 2018, Menkumham: Creativity Goes Beyond The Wall | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya