Buku Karangan Napi Teroris Dipantau Densus

JAKARTA. Rencana penerbitan buku "Ya Mereka Memang Thaghut" yang ditulis napi kasus terorisme Amman Abdurahman sudah diketahui Densus 88. Distribusi ini akan dimonitor secara serius. "Kami pantau dampak ikutannya, apakah buku ini bisa menjadi inspirasi negatif dalam pemberantasan terorisme di Indonesia," kata seorang perwira senior di lingkungan anti teror kemarin (12/02). Buku ini, lanjutnya, jelas merupakan upaya provokasi sekaligus kontra opini yang digencarkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). "Dari judul, warna cover, juga simbol burung garuda yang digunakan," katanya. Apakah bisa dijerat dengan pidana? Menurut alumni Senior Course For Antiterrorism and Counterintelligence Manila, Filipina ini, belum ada pasal yang bisa disangkakan. "Kita lebih fokus pada siapa yang mendistribusikan, siapa yang membeli," katanya. Buku berjudul Ya Mereka Memang Thaghut ditulis Amman dalam LP Cipinang. Amman selama ini dikenal sebagai inspirator geraka

Buku Karangan Napi Teroris Dipantau Densus
JAKARTA. Rencana penerbitan buku "Ya Mereka Memang Thaghut" yang ditulis napi kasus terorisme Amman Abdurahman sudah diketahui Densus 88. Distribusi ini akan dimonitor secara serius. "Kami pantau dampak ikutannya, apakah buku ini bisa menjadi inspirasi negatif dalam pemberantasan terorisme di Indonesia," kata seorang perwira senior di lingkungan anti teror kemarin (12/02). Buku ini, lanjutnya, jelas merupakan upaya provokasi sekaligus kontra opini yang digencarkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). "Dari judul, warna cover, juga simbol burung garuda yang digunakan," katanya. Apakah bisa dijerat dengan pidana? Menurut alumni Senior Course For Antiterrorism and Counterintelligence Manila, Filipina ini, belum ada pasal yang bisa disangkakan. "Kita lebih fokus pada siapa yang mendistribusikan, siapa yang membeli," katanya. Buku berjudul Ya Mereka Memang Thaghut ditulis Amman dalam LP Cipinang. Amman selama ini dikenal sebagai inspirator gerakan perlawanan terhadap polisi terutama Densus 88. Pria asal kampung Cipanteneun, Desa Licin, Kecamatan Cimalaka, Sumedang, Jawa Barat itu sudah divonis 9 tahun penjara dalam kaitan pelatihan semi militer di Jantho Aceh 2010. Buku ini diterbitkan sebuah lembaga percetakan bernama Kafilah Syuhada Publishing dengan tebal 143 halaman. Rencananya, buku ini akan mulai diedarkan untuk kalangan terbatas besok (Selasa 14/2). Buku ini adalah bantahan atas buku Khairul Ghazali (napi kasus perampokan CIMB Niaga) yang menulis dengan sponsor Badan Nasional Penanggulangan Terorisme berjudul Mereka Bukan Thaghut. Dalam draf buku yang diterima JPNN, Amman juga menjelaskan soal status hukum bekerja sebagai pegawai pemerintahan dalam perspektif Islam menurut tafsirnya. Termasuk, status hukum haram bagi penegak hukum seperti anggota polisi atau intelijen yang bekerja dibawah negara yang tidak menggunakan hukum Islam sebagai dasarnya. Definisi thaghut sangat penting dalam dunia terorisme di Indonesia. Terutama dalam memprediksi dan memetakan target sebuah serangan. Thaghut bisa diartikan setan besar atau musuh jahat. Tahun 2002-2005, thaghut masih dipersepsi sebagai kepentingan barat di Indonesia. Karena itu, target serangan menyasar tempat-tempat yang dinilai berafiliasi dengan Amerika Serikat, Australia dan sekutunya seperti kedutaan atau hotel. Namun, pada 2006 hingga sekarang, thaghut sudah tak lagi hanya AS dan sekutunya. Buktinya, serangan terhadap polisi dan kantor-kantor pemerintahan dilakukan. Misalnya, peledakan bom bunuh diri di masjid Mapolresta Cirebon tahun lalu dan penembakan terhadap petugas pos polisi di Purworejo Jawa Tengah. Dimintai tanggapan soal rencana monitoring buku oleh Densus 88, Direktur JAT Media Centre Sonhadi menilai langkah itu berlebihan. "Buku itu karya intelektual, seharusnya cerdas merespon," katanya. Mantan narapidana yang dituding menyembunyikan Noordin M Top ini mengatakan, penarikan atau pembredelan sebuah buku akan menjadi pembelajaran jelek bagi generasi muda Indonesia. "Adu argumen saja secara terbuka," kata Sonhadi. Meski tak ada kaitan langsung dengan penerbitan buku ini, Sonhadi menilai buku karya Amman sebagai produk layak baca. "Buku ini memberikan pemahaman tentang thaghut dengan jelas," katanya. (rdl/jpnn/nin) Sumber: www.sapos.co.id/index.php/berita/detail/Rubrik/12/31893

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0