Crash Program Kendalikan Jumlah Penghuni Lapas dan Rutan

Jakarta, INFO_PAS – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM RI membuat terobosan Crash Program untuk mengendalikan jumlah penghuni Lapas dan Rutan yang terus meningkat signifikan dari waktu ke waktu. Tercatat dalam kurun waktu Januari-Mei 2013 pertambahan jumlah penghuni sudah mencapai sekitar 10 ribuan. Bila tidak disikapi secara arif, kondisi Lapas/Rutan akan semakin over kapasitas dan semakin beresiko dalam melaksanakan tugas dan fungsi Pemasyarakatan. Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan, Mochammad Sueb, menyampaikan bahwa kegiatan Crash Program dilakukan untuk mempercepat pemberian Pembebasan Bersyarat (PB) guna mengurangi jumlah narapidana secara signifikan. “Target kegiatan Crash Program ini adalah 15.000 orang narapidana memperoleh PB”, sebut Sueb, Selasa (18/06). Untuk memuluskan program tersebut Ditjen PAS menggandeng The Asia Foundation (TAF) menyelenggarakan sosialisasi Crash Program dan Bimbingan Teknis Sistem Database

Crash Program Kendalikan Jumlah Penghuni Lapas dan Rutan
Jakarta, INFO_PAS – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM RI membuat terobosan Crash Program untuk mengendalikan jumlah penghuni Lapas dan Rutan yang terus meningkat signifikan dari waktu ke waktu. Tercatat dalam kurun waktu Januari-Mei 2013 pertambahan jumlah penghuni sudah mencapai sekitar 10 ribuan. Bila tidak disikapi secara arif, kondisi Lapas/Rutan akan semakin over kapasitas dan semakin beresiko dalam melaksanakan tugas dan fungsi Pemasyarakatan. Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan, Mochammad Sueb, menyampaikan bahwa kegiatan Crash Program dilakukan untuk mempercepat pemberian Pembebasan Bersyarat (PB) guna mengurangi jumlah narapidana secara signifikan. “Target kegiatan Crash Program ini adalah 15.000 orang narapidana memperoleh PB”, sebut Sueb, Selasa (18/06). Untuk memuluskan program tersebut Ditjen PAS menggandeng The Asia Foundation (TAF) menyelenggarakan sosialisasi Crash Program dan Bimbingan Teknis Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) Online atau SIPAS bagi Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv PAS). Acara yang diikuti 33 Kadivpas serta operator komputer dari Kantor Wilayah seluruh Indonesia ini diselenggarakan, 18 s/d 20 Juni 2013 bertempat di Kantor Pusat Ditjen PAS, Jakarta. Dalam sambutannya Sueb menyampaikan bahwa SDP akan memudahkan petugas dalam bekerja dan meminimalisir adanya dugaan penyimpangan. Seperti dikatakan Sueb, “SDP akan menjadi instrumen pendukung program percepatan pembinaan integrasi narapidana”. Selanjutnya Dirjen PAS juga mengungkapkan bahwa walaupun tidak signifikan namun upaya pimpinan mengatasi masalah over kapasitas cukup membawa dampak penilaian positif masyarakat terhadap kinerja pemerintah, oleh karenanya Sueb, mengharapkan kepada seluruh Kadiv PAS dan jajarannya agar dapat berperan aktif untuk mensukseskan program tersebut. Crash Program PB diberikan bagi mereka yang tidak termasuk dalam PP 99 Tahun 2012. Program ini juga mengangkat isu belum optimalnya pemanfaatan Lapas Terbuka yang saat ini berjumlah 6 Unit. Pada kesempatan tersebut, Ditjen PAS menerima bantuan berupa scanner dan seperangkat peralatan komputer dari The Asia Foundation (TAF) sebagai dukungan pelaksanaan Bimtek SDP-PB Online. Dirjen PAS juga menghimbau jajaran Pemasyarakatan untuk melaksanakan UU No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik serta memberikan apresiasi terhadap UPT Pemasyarakatan melalui Divisi PAS yang sudah memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, serta berkurangnya pengaduan akibat pungli. “Perbaikan kualitas pelayanan publik harus kita jadikan semangat menuju perbaikan dan inovasi pelayanan sehingga menjadi bahan evaluasi pada peningkatan tunjangan kinerja. Oleh karenanya jangan pernah menyerah dalam menjalani hidup dan selalu berfikir, berbuat dan berprasangka positif dalam bekerja”, pesan Sueb.   Sumber : http://ditjenpas.go.id/article/article.php?id=419

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0