Dapat Asimilasi Hingga CB, Narapidana Maluku Hirup Udara Bebas

Dapat Asimilasi Hingga CB, Narapidana Maluku Hirup Udara Bebas

Ambon, INFO_PAS – Sebanyak 14 narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon kembali dikeluarkan untuk menjalani program Asimilasi di rumah, Jumat (21/1). Pengeluaran tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 43 Tahun 2021 tentang tentang Perubahan Kedua atas Permenkumham RI Nomor 32 Tahun 2020 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Menjelang Bebas (CMB), dan Cuti Bersyarat (CB) Bagi Narapidana dan Anak dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19.

Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Narapidana dan Anak Didik Lapas Ambon, Meky Patty, membenarkan pengeluaran narapidana tersebut. “Hari ini kami kembali mengeluarkan 14 orang narapidana atas perpanjang program Asimilasi di rumah sesuai dengan Permenkumham 43/2021,” ungkap Meky

Lebih lanjut ia menjelaskan, ke-14 narapidana tersebut yang telah memenuhi persyaratan baik administratif maupun substantif dan dikeluarkan tanpa dipungut biaya apapun. Meky juga berpesan kepada keluarga narapidana agar selalu mengawasi dan memperhatikan kelaurga mereka.

“Kami berpesan agar selalu memastikan dan sebisa mungkin berdiam diri di rumah dan yang terpenting tidak melakukan perbuatan melanggar hukum. Jalani Asimilasi di rumah sesuai dengan aturannya,” pesan Meky kepada narapidana tersebut.

Sementara itu, Kepala Lapas (Kalapas) Ambon, Saiful Sahri menegaskan  dirinya akan turut mengawasi dan memonitor pelaksanaan perpanjangan Asimilasi tersebut. “Koordinasi dan komunikasi telah kami lakukan sebelumnya bersama kejaksaan, Balai Pemasyarakatan (Bapas), dan stakeholder agar proses pelaksanaan Asimilasi dapat berjalan dengan baik,” ucap Saiful.

FS, salah satu narapidana yang memporeleh Asimilasi di rumah mengaku senang dan bahagia bisa kembali bertemu dengan keluarga. “Kesempatan ini akan kami pergunakan dengan baik,  kami berjanji akan sebisa mungkin mematuhi protokol kesehatan dan sudah pasti tidak kembali melakukan perbuatan yang melanggar hukum,” janjinya.

Ke-14 narapidana tersebut selanjutnya dibawa ke Bapas Kelas II Ambon untuk dimintai data diri oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) sebelum kembali ke rumah masing-masing. Penerimaan WBP dari Lapas Ambon dilakukan langsung oleh PK. Sebelum dilakukan pemberkasan, pengambilan data, sidik jari dan dokumentasi, mereka lebih dulu diberikan arahan dari Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapas Ambon, Fifi Firda.

“Bersyukur bahwa kalian masih bisa dapat Asimilasi rumah. Ingat, ini masih Asimilasi rumah, bukan PB, CB, CMB, atau bukan juga kalian bebas murni. Ini berarti Asimilasi rumah yang kalian dapat saat ini dari Bapak Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI adalah amanah. Jaga amanah yang sudah diberikan tersebut,” pesan Fifi.

Ada tiga poin penting yang disampaikan pelaksana tugas kepada 14 narapidana Asimilasi di rumah. Pertama wajib melapor pada PK masing-masing; kedua tidak melakukan mengulang kembali atau melakukan tindak pidana yang baru; dan ketiga wajib mengikuti kegiatan pembimbingan.

Salah satu penjamin narapidana, Ona Diasz, merasa bersykur berkat adanya Permenkumham yang baru ini, pasalnya salah satu anggota keluarga mereka bisa mendapat program Asimilasi di rumah dan kembali berkumpul dengan keluarga. “Tentunya saya sebagai penjamin yang juga kakak kandung dari adik saya, SD, sangat berterima kasih atas Permenkuham ini sehingga adik saya dan teman-temanya bisa bebas dengan Asimilasi di rumah,” ucapnya.

Sementara itu di Lapas Piru, satu narapidana resmi mendapatkan program integrasi CB, Jumat (21/1). Pemberian CB dilaksanakan berdasarkan Permenkumham Nomor 3 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, CMK, PB, CMB dan CB.

“Hari ini kami keluarkan satu narapidana karena telah memenuhi syarat sesuai ketentuan, yakni berkelakuan baik selama berada di Lapas dan tidak tercatat dalam register F, aktif dalam program pembinaan dengan predikat baik, serta telah menjalani 2/3 dari masa pidana,” terang Abdurrachman Bahta selaku Kasi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja Lapas Piru.

Bahta yang berkesempatan memberikan arahan mengingatkan ada beberapa hal yang perlu dijaga dan menjadi perhatian selama narapidana tersebut menjalani program integrasi. Ia menerangkan hal-hal yang bisa menyebabkan hak integrasi dibatalkan di antaranya karena melakukan pelanggaran tata tertib atau terlibat tindak pidana baru, serta menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Untuk itu saya berharap bimbingan yang saudara terima di Lapas dapat diterapkan saat kembali ke masyarakat. Jangan lupakan ibadah, jaga sikap dan perilaku karena apabila hal yang mendasar ini terlupakan bisa berimbas pada pembatalan dan pencabutan hak integrasi saudara,” pesan Bahta. (prv)

 

Kontributor: Lapas Ambon, Bapas Ambon, Lapas Piru

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0