Delegasi Ditjen PAS Paparkan Lapas Industri di APPCA 2017

Share:

Suva, INFO_PAS – Delegasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) mengikuti 37th Asian and Pacific Conference of Correctional Administator (APCCA) yang berlangsung di Sofitel Resort Hotel, Nadi Fiji mulai tanggal 4-9 November 2017. Delegasi Ditjen PAS dipimpin oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Ma’mun, serta beranggotakan Direktur Pelayanan Tahanan dan Pengelolaan Basan Baran, Wahiddin, Kepala Seksi Kerja Sama Luar Negeri, Dedi Eduar Saputra, dan Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas IIB Rangkasbitung, Aliandra Harahap.

Kepada INFO_PAS, Ma’mun menjelaskan APPCA merupakan agenda rutin tahunan sebagai media informasi dan tukar pengalaman seputar Pemasyarakatan diantara pemimpin Pemasyarakatan se-Asia Pasifik.

“APCCA sudah rutin kita ikuti. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada kita untuk memperkenalkan dan mengokohkan posisi Pemasyarakatan Indonesia di mata dunia. Selain itu, kita juga bisa bertukar ide, pengalaman, dan informasi seputar Sistem Pemasyarakatan. Yang baik kita ikuti dan sesuaikan dengan sistem kita,” tutur Ma’mun

Ia menguraikan Indonesia sangat aktif dalam APCCA mengingat kegiatan tersebut merupakan sarana untuk saling belajar karena perkembangan kepenjaraan sangat dinamis dengan kemajuan teknologi informasi. “Indonesia bisa belajar dengan kegiatan ini atau kegiatan lainnya. Sekarang isu yang sedang diangkat adalah lembaga pemasyarakatan (lapas) industri meskipun belum ada di negara lain yang menjadikannya sebagai benchmark,” lanjutnya.

delegasi Indonesia di APPCA 2017

Ma’mun menambahkan kegiatan ini juga bisa menjadi tolak ukur dan barometer kemajuan Pemasyarakatan Indonesia dalam menerapkan Sistem Pemasyarakatan yang mengarah pada tujuan ideal. “Tentu saja Sistem Pemasyarakatannya akan berbeda-beda mengingat kita memiliki kultur dan budaya yang sangat beragam dalam menerapkan pola pembinaan dan rehabilitasi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan,” ujar pria yang juga menjabat Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM ini.

Sementara itu, Karutan Rangkasbitung, Aliandra Harahap, dalam paparannya menyampaikan kondisi faktual Pemasyarakatan Indonesia, yakni kondisi lapas/rutan yang seluruhnya overcrowded. Ia menjelaskan bahwa Ditjen PAS berusaha mengembangkan dan meningkatkan pola yang ideal untuk Pemasyarakatan Indonesia, terutama mengurangi masalah over kapasitas tersebut.

“Hampir seluruh lapas/rutan overcrowded, termasuk di Rutan Rangkasbitung. Oleh karenanya, kegiatan ini bisa menjadi sarana yang baik untuk menambah pengetahuan yang nantinya bisa kita implementasikan untuk mengatasi masalah yang terjadi dan meningkatkan program pembinaan. Salah satunya dengan mengembangkan lapas industri demi tercapainya tujuan Pemasyarakatan seperti yang diharapkan,” pungkas Aliandra.

Sebagai informasi, kegiatan APCCA digelar setiap tahun di negara yang berbeda. Indonesia rencananya akan menjadi tuan rumah APCCA pada tahun 2022 mendatang.

 

 

Kontributor: Pratamadzyogas

Delegasi Ditjen PAS Paparkan Lapas Industri di APPCA 2017 | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya