Direktur Jenderal Pemasyarakatan : Kerja Keras, Kerja Lebih Keras, Kerja Lebih Keras Lagi

Share:

Jakarta, INFO_PAS – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, telah menetapkan seorang perempuan untuk menduduki jabatan sebagai Direktur Jenderal Pemasyarakatan, yaitu Sri Puguh Budi Utami. Jokowi memilih seorang ibu karena untuk memberikan suasana damai serta untuk membenahi kondisi pemasyarakatan saat ini.

Dalam tugas pertamanya sebagai Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Utami memberikan pengarahan kepada pejabat struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bertempat di Graha Bhakti Pemasyarakatan, Senin (07/05).

“Direktorat Jenderal Pemasyarakatan adalah induk dari semua unit pelaksana teknis pemasyarakatan di seluruh Indonesia, yaitu Lapas, Bapas, Rutan, Rupbasan. Kita diminta menjadi role model  teladan dan contoh unit kerja yang lain, oleh karena itu perlu dilakukan penegakan disiplin kepada pegawai di lingkungan Direktorat jenderal Pemasyarakatan.  Kita harus Kerja keras, kerja lebih keras, kerja lebih keras lagi,” tegas mantan Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan tersebut.

Utami juga berharap dibawah kepemimpinannya, pemasyarakatan bisa terbebas dari isu negative yang saat ini melekat di masyarakat tentang pemasyarakatan.

“Kita harus mengubah strategi manajemen, semua kegiatan kinerja positif harus kita ekspos, supaya kita tidak jadi bahan yang negative di media masa dan public,saat ini seolah pemasyarakatan terus menjadi isu berita negative, oleh karena itu kita harus meminimalisasi pelanggaran dan kalo bisa menghilangkan sama sekali berita negative tersebut,” harap Utami.

Utami menjelaskan bahwa petugas pemasyarakatan ditugaskan tuhan untuk mengingatkan dan membina orang orang yang bersalah. Posisi petugas pemasyarakatan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan sebuah cara untuk pengabdian diri kepada negeri.

“Sebagai petugas pemasyarakatan kita dapat mengimplementasikan dengan mewakafkan badan kita dan pemikiran kita untuk bangsa dan negara. Kita sudah digaji oleh negara, sudah seharusnya kita melaksanakn tugas negara dengan sebaik baiknya. Kita mengemban tanggung jawab kepada bangsa dan negara karena kita digaji oleh negara melalui uang rakyat, maka sudah seharusnya kita menlayani masyarakat dengan sebaik baiknya,” imbuhnya.

Mantan kepala Biro Perencanaan Kementerian Hukum dan HAM ini juga berpesan bahwa petugas pemasyarakatan adalah petugas yang luar biasa karena dapat bermanfaat bagi orang orang yang tersesat.

“Kita harus menjadikan diri kita bermanfaat, menjadi petugas yang luar biasa untuk mendapat nilai tambah pahala kita untuk mengabdi kepada negeri. Nilai manfaat kita sebagai hamba tuhan harus kita syukuri dengan di tunjuknya kita oleh tuhan sebagai aparatur sipil negara. Tuhan pasti menjamin rejeki kita, jadi jangan menghitung hitung rejeki. Karena dengan kita bekerja yang sebaik baiknya, maka rejeki juga akan kita dapatkan melalui doa yang kita apanjatkan kepada tuhan,”pungkasnya.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Pemasyarakatan ini terus gencar membangun citra positif pemasyarakatan untuk kemajuan pemasyarakatan yang Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif. ***

Direktur Jenderal Pemasyarakatan : Kerja Keras, Kerja Lebih Keras, Kerja Lebih Keras Lagi | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya