Dirjen PAS dan Pimpinan Tinggi Pratama Audiensi Dengan Taruna Poltekip

Share:

 Depok, INFO_PAS – Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS), Sri Puguh Budi Utami, beserta jajaran Pimpinan Tinggi Pratama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) melakukan audiensi dengan Taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) di Auditorium Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM, Senin (11/3).

Dirjen PAS dan Pimti Ditjen PAS Audiensi Bersama Taruna Poltekip

Dirjen PAS memberikan penjelasan kepada seluruh Taruna Poltekip tentang tugas pokok dan fungsi Pemasyarakatan, diantaranya adalah pembinaan narapidana, pelayanan tahanan, pembimbingan kemasyarakatan, pengelolaan benda sitaan dan barang rampasan negara, serta keamanan dan ketertiban.

“Taruna Poltekip adalah calon calon pemimpin masa depan Pemasyarakatan. Di tangan para Taruna Poltekiplah kemajuan Pemasyarakatan di masa yang akan datang. Oleh karena itu, Taruna Poltekip harus belajar dengan sungguh sungguh dan mendalami ilmu Pemasyarakatan untuk bisa melakukan perubahan Pemasyarakatan menjadi lebih baik, menjawab tantangan menjadi peluang, menjawab hambatan menjadi kesempatan,” jelas Dirjen PAS kepada seluruh Taruna Poltekip.

Dirjen PAS juga menjelaskan permasalahan yang terjadi di Pemasyarakatan, yaitu kurangnya sumber daya manusia, rendahnya integritas petugas, kualifikasi, kompetensi, serta pendidikan petugas Pemasyarakatan terkait dengan teknologi informasi dan tuntutan revolusi industri 4.0 di bidang Pemasyarakatan. Banyak pula regulasi Pemasyarakatan yang perlu simplifikasi. Adapun masalah sarana dan prasarana meliputi kurangnya pemenuhan sarana dan prasarana dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan.

Dirjen PAS dan Pimti Ditjen PAS Audiensi Bersama Taruna Poltekip

“Masalah utama dalam pelaksanaan pembinaan narapidana di lapas dan rutan terjadinya over crowding yang disebabkan oleh banyaknya pelanggar hukum yang masuk tidak sebanding dengan kapasitas hunian lapas dan rutan. Adapun permasalahan yang terjadi di bapas, yaitu terjadinya over teritory, yaitu melebihi kewenangan wilayah bimbingan yang disebakan oleh terbatasnya jumlah bapas dan Pembimbing Kemasyarakatan. Sedangkan permasalahan yang terjadi di rupbasan adalah over load, yaitu terbatasnya tempat penyimpanan di rupbasan karena keterlambatan penyampaian dan tidak disampaikannya surat putusan eksekusi benda sitaan negara,” ungkap Utami.

Diakhir pertemuan Dirjen PAS memberikan hadiah berupa doorprize bagi Taruna yang bisa menjawab pertanyaan dari para Pimpinan Tinggi Ditjen PAS. Dirjen PAS beserta jajaran Pimpinan Tinggi Ditjen PAS. Selain itu, Ditjen PAS juga memberikan hadiah kepada dosen Poltekip berupa beasiswa pendidikan doktor.

Dirjen PAS dan Pimpinan Tinggi Pratama Audiensi Dengan Taruna Poltekip | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya