Ditjen PAS – BNPT Mentransformasi Paham Radikal Melalui Deradikalisasi

Share:

Jakarta, INFO_PAS – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus berupaya mentransformasi keyakinan atau ideologi radikal teroris menjadi tidak radikal dengan melakukan pendekatan agama, sosial, dan budaya melalui deradikalisasi. Program deradikalisasi dilakukan dalam dua hal, yakni deradikalisasi yang dilakukan di dalam dan di luar lembaga pemasyarakatan (lapas).

Deradikalisasi yang dilakukan di dalam lapas diantaranya adalah identifikasi, rehabilitasi, redukasi, dan resosialisasi. Sedangkan Ddradikalisasi yang dilakukan di luar lapas terdiri dari identifikasi, pembinaan keagamaan dan wawasan kebangsaan, pembinaan kemandirian, serta monitoring dan evaluasi.

“Keadaan napi teroris bukan tidak mungkin akan bertambah. Kita harus siap untuk menghadapi napi teroris dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan tidak boleh menolak jika ada napi teroris yang akan di tempatkan di UPT-nya karena ini adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Ditjen PAS, Ilham Djaya, dalam Rapat Evaluasi Program Deradikalisasi Di Dalam dan Di Luar Lapas Tahun 2016 yang dilaksanakan di Jakarta, Rabu (28/12) hingga Jumat (30/12).

program deradikalisasi napi teroris ditjen pas bnpt

program deradikalisasi napi teroris ditjen pas bnpt

Ilham mengatakan metode pembinaan narapidana teroris harus dilaksanakan melalui pendekatan yang dilakukan oleh pembina atau petugas di dalam lapas. “Kedekatan narapidana dan pembina atau petugas lapas sangat penting. Dalam kesempatan ini, petugas bisa berdiskusi dan berbagi pengalaman tentang kegiatan yang dilakukan oleh napi teroris. Dari pendekatan itulah program pembinaan bisa berjalan,” ujar direktur yang pernah menangani napi kasus bom Bali tersebut.

Sementara itu, Direktur Deradikalisasi BNPT, Irfan Idris, mengatakan di tahun 2017 mendatang napi teroris yang tersebar di seluruh lapas Se-Indonesia akan dipindahkan secara bertahap ke Lapas Khusus Teroris Kelas IIB Sentul yang terletak di kawasan  Indonesia Peace and Security Center di Sentul Bogor, Jawa Barat.

“Di tahun 2017 mendatang secara bertahap kita akan pindahkan napi teroris ke pusat deradikalisasi di Lapas Khusus Kelas IIB Sentul. Kita akan identifikasi napi teroris mana saja yang sudah bisa berkoordinasi untuk bisa dilakukan program deradikalisasi,” ujarnya.

Kepala Lapas Khusus Kelas IIB Sentul, Dannie Firmansyah, menjelaskan sistem manajemen pembinaan yang akan di lakukan di Lapas Khusus Kelas IIB Sentul sama dengan sistem manajemen yang dilakukan dengan pola pembinaan di sekolah. Hanya saja ini adalah sekolah khusus, yaitu sekolah deradikalisasi dan harus dilakukan dengan cara yang khusus.

“Manajemen yang kita terapkan di Lapas Khusus Kelas IIB Sentul ini tetap kita samakan dengan Sistem Pemasyarakatan dan pola pembinaan di sekolah, yakni wawasan kebangsaan dan kewirausahaan. Namun, ini kita lakukan dengan cara khusus agar setelah napi “lulus” dari sekolah tinggi deradikalisasi ini, mereka bisa menjadi agen agen deradikalisasi di lingkungan masyarakat pada umumnya dan di lingkungan jaringan mereka khususnya,” jelasnya.

Penulis: SP & MF

Ditjen PAS – BNPT Mentransformasi Paham Radikal Melalui Deradikalisasi | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya