DITJEN PAS HATI-HATI TANGANI TERORIS

akarta, INFO_PAS -  "Penanganan tindak pidana teroris harus sangat hati-hati, baik ketika berada di lapas/rutan maupun ketika sudah menjadi klien bapas.” Demikian disampaikan Sesditjen Pemasyarakatan, Ma'mun, dalam acara Focus Group Discussion(FGD) tentang Pedoman Umum Pembimbingan Klien Tindak Pidana Teroris, Selasa (1/4) di Ruang Sahardjo, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS). Ma'mun yang mewakili Dirjen PAS juga menyampaikan bahwa program after care masih belum berjalan dengan baik dan Ditjen PAS saat ini sedang menyusun konsep terkait pembimbingan bagi klien pemasyarakatan kasus teroris. "Sebenarnya mereka menyandang masalah sosial, jadi harus diselesaikan dengan pendekata

DITJEN PAS HATI-HATI TANGANI TERORIS
akarta, INFO_PAS -  "Penanganan tindak pidana teroris harus sangat hati-hati, baik ketika berada di lapas/rutan maupun ketika sudah menjadi klien bapas.” Demikian disampaikan Sesditjen Pemasyarakatan, Ma'mun, dalam acara Focus Group Discussion(FGD) tentang Pedoman Umum Pembimbingan Klien Tindak Pidana Teroris, Selasa (1/4) di Ruang Sahardjo, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS). Ma'mun yang mewakili Dirjen PAS juga menyampaikan bahwa program after care masih belum berjalan dengan baik dan Ditjen PAS saat ini sedang menyusun konsep terkait pembimbingan bagi klien pemasyarakatan kasus teroris. "Sebenarnya mereka menyandang masalah sosial, jadi harus diselesaikan dengan pendekatan sosial,” ujarnya. Mantan Direktur Kamtib ini sangat berterima kasih dengan keterlibatan Yayasan Prasasti Perdamaian yang memfasilitasi kegiatan FGD ini. "Ini adalah langkah yang sangat strategis. Kami bersyukur ada Yayasan Prasasti Perdamaian yang membantu para petugas Pembimbing Kemasyarakatan (PK), khususnya untuk dilatih dalam pembinaan klien tindak pidana teroris,” kata Ma'mun. Hadir dalam FGD ini Direktur Kamtib, Bambang Sumardiono; Direktur Bimkemas, Priyadi; Direktur Infokom, Ajub Suratman; Direktur Eksekutif Yayasan Prasasti Perdamaian, Noor Huda Ismail; Para Pejabat Eselon III dan IV Ditjen PAS, sejumlah Kepala UPT PAS wilayah DKI Jakarta, dan petugas PK dari beberapa bapas. Dalam FGD ini dibahas tiga materi besar. Materi pertama yaitu Pedoman Memahami Psikologi Klien Kasus Terorisme yang disampaikan oleh Zora A. Sukabdi. Materi kedua adalah Pedoman memahami Ideologi Klien Kasus Terorisme oleh Taufik Andrie. Adapun materi ketiga yaitu Kewirausahaan Sosial yang disampaikan oleh Noor Huda Ismail.  

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0