Ditjen PAS Serius Wujudkan Lapas Khusus Bandar Narkoba & Teroris

Share:

Cilacap, INFO_PAS – Langkah serius ditunjukkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) untuk segera wujudkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus High Risk bagi narapidana bandar narkoba dan narapidana teroris. “Kami sudah mengambil langkah. Saat ini saja tengah dilakukan assesmen kelayakan penempatan di Lapas Kelas I Batu dan Lapas Kelas IIA Pasir Putih Nusakambangan” tutur Sutrisman, Direktur Keamanan dan Ketertiban Ditjen PAS, Rabu (6/9).

Ia menyebutkan bahwa Ditjen PAS menyiapkan Lapas Batu untuk menampung nrapidana bandar narkoba dan Lapas Pasir Putih untuk narapidana teroris kategori high risk. “Ini adalah tindak lanjut dari Surat Keputusan Menteri Hukum  dan HAM tentang penunjukkan lima lapas sebagai lapas khusus high risk untuk narapidana bandar dan narapidana terorisme risiko tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sutrisman menerangkan bahwa lapas-Lapas khusus yang telah disiapkan itu dilengkapi dengan pengawasan lengkap serta akan dijaga oleh SDM petugas-petugas kategori khusus dengan integritas dan kemampuan yang telah teruji. “Tentu juga dengan pembinaan khusus dengan SDM petugas yang khusus pula mengingat risiko tinggi dan kendala yang dihadapi nantinya,” imbuhnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Ma’mun, mengamini apa yang telah dikatakan Sutrisman. Ia menegaskan bahwa Ditjen PAS sangat serius untuk segera mewujudkan lapas khusus bagi narapidana bandar narkoba dan narapidana teroris.

assesmen lapas high risk di Nusakambangan

“Kami sudah ambil langkah cepat, dari pelaksanaan assesmen hingga pengosongan hunian lapas yang akan dijadikan lapas khusus penampung narapidana high risk,” ujar Ma’mun seraya berjanji akan segera melakukan pemindahan narapidana teroris dan bandar yang telah masuk kategori high risk.

Menanggapi hal itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM RI Jawa Tengah, Ibnu Chuldun, menyampaikan atas apresiasi langkah cepat Ditjen PAS itu. “Jangan ragukan lagi komitmen Ditjen PAS dalam usaha pemberantasan dan perang melawan narkoba. Ini adalah bukti nyata bahwa Pemasyarakatan sangat intolerir dengan peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” tandasnya.

Menurut Ibnu, langkah Ditjen PAS ini secara tidak langsung telah membantah tuduhan sumir dari pihak yang tidak mengerti sehingga berani berpendapat bahwa lapas adalah tempat nyaman memelihara peredaran narkoba.  Ia juga melaporkan bahwa pihaknya telah bersiap menyambut rencana dari Ditjen PAS itu.

“Ini langkah bagus. Kami, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, adalah bagian dari langkah hebat Ditjen PAS ini. Program ini harus berhasil. Saya turut bertanggung jawab atas ini. Kita semua ingin berhasil,” sambung Ibnu optimis.

Untuk mendukung langkah Ditjen PAS itu, Ibnu mengungkapkan telah mensterilkan Lapas Batu dan Lapas Pasir Putih Nusakambangan untuk dijadikan blok high risk untuk menampung narapidana bandar narkoba dan teroris.

“Kami sudah siapkan semua, sedangkan untuk tenaga petugas akan segera BKO kan sebanyak 40 alumni AKIP non-struktural yang ada di Jawa Tengah dan DKI Jakarta untuk mengisi kekosongan petugas di Lapas Batu dan Lapas Pasir Putih, ditambah dengan alumni AKIP tingkat tiga yang akan segera menyelesaikan masa pendidikannya sebentar lagi,” bebernya.

 

Ditjen PAS Serius Wujudkan Lapas Khusus Bandar Narkoba & Teroris | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya