DITJENPAS GANDENG KEMENAG TINGKATKAN PENDIDIKAN ISLAM DI LAPAS/RUTAN

Jakarta, INFO_PAS – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) membahas penyelenggaraan pendidikan agama Islam di lembaga pemasyarakatan (lapas)/rumah tahanan negara (rutan) yang ditandai dengan penandatanganani Memorandum of Understanding (MoU), Selas
DITJENPAS GANDENG KEMENAG TINGKATKAN PENDIDIKAN ISLAM DI LAPAS/RUTAN

Jakarta, INFO_PAS – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) membahas penyelenggaraan pendidikan agama Islam di lembaga pemasyarakatan (lapas)/rumah tahanan negara (rutan) yang ditandai dengan penandatanganani Memorandum of Understanding (MoU), Selasa (19/8), Bertempat di Fave Hotel Jakarta, acara ini dihadiri perwakilan Ditjenpas, Lapas Klas I Cipinang, Lapas Klas IIA Narkotika Cipinang, Lapas Klas IIB Cianjur, serta pihak Kemenag. Kasubdit Komunikasi Ditjenpas, M. Akbar Hadiprabowo, membagi pengalamannya terkait pendidikan agama Islam saat menjabat Kepala Rutan Rangkasbitung. “Lima petugas jaga Rutan Rangkasbitung harus menjaga 300-an warga binaan. Dengan tinggi tembok hanya empat meter, ustad mengusulkan membuat tembok tanpa batas, yaitu tembok doa. Selain itu, ada pula pondok pesantren yang diisi pengajian, ceramah, dan murottal. Alhamdulilah sejak ada pondok pesantren, jamaah shalat di masjid rutan selalu penuh,” ungkap Akbar. Pengalaman yang senada dijabarkan Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Jakarta, M. Ali Syeh Banna. “Kegiatan yang kami selenggarakan berupa ceramah umum, kegiatan kelas tahapan I-III,  metode kelompok, kegiatan blok, dan relawan surga,” jelas Ali. Perwakilan Lapas Cipinang, yakni Syahrul Manan selaku Kepala Bidang Pembinaan Narapidana juga menjelaskan kegiatan keagamaan di Lapas Cipinang. “Kegiatan pengajian Al Qur’an diadakan setiap Sabtu dan Minggu sore. Kegiatan marawis pernah tampil di acara Damai Indonesiaku (TV One), kegiatan halaqoh diadakan setiap sore diajar oleh sesama warga binaan termasuk napi Teroris. Akan tetapi yang bersangkutan dilarang berdakwah tentang jihad,” ujar Syahrul. Berbeda dengan peserta lainnya, Tri Saptono selaku Kalapas Cianjur menyertakan Ustad Gozali dari Majelis Ulama Indonesia wilayah Cianjur untuk menjelaskan keadaan pondok pesantren di Lapas Cianjur. “Semua warga binaan yang beragama Islam mengikuti program pendidikan pesantren terpadu di dalam lapas, bahkan ada yang menjadi dai,” sebut Tri. Keberhasilan pondok pesantren Lapas Cianjur juga diakui Ustad Gozali. “Situasi selama belajar cukup sunyi dan tenang layaknya pondok pesantren umumnya. Sejauh ini belum ada yang kembali melakukan tindak pidana. Lulusannya pun ada yang menjadi khotib, ustad, aktif di Karang Taruna, serta menjadi pimpinan PAUD,” jelas Gozali penuh semangat.   Penulis: Singgih Pratama

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0