HASIL KARYA NAPI CRAFT DIBORONG PADA PENUTUPAN FESRA

  Jakarta, INFO_PAS – Hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) laku keras diborong para pengunjung stan Napi Craft pada penutupaan Festival Kreatif (FESRA) di Jakarta Convention Center (JCC), Senin (14/7). Salah seorang penjaga stan Napi Craft, Hikmawan Eka Saputra, mengatakan antusiasme pengunjung cukup tinggi. “Barang-barang yang ada di stan Napi Craft banyak disukai para pengunjung, bahkan ada yang memborong dalam jumlah banyak,” ungkap Hikmawan. Tuti Nurhayati, Kasubdit Bimbingan Kemandirian Direktorat Je
HASIL KARYA NAPI CRAFT DIBORONG PADA PENUTUPAN FESRA

  Jakarta, INFO_PAS – Hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) laku keras diborong para pengunjung stan Napi Craft pada penutupaan Festival Kreatif (FESRA) di Jakarta Convention Center (JCC), Senin (14/7). Salah seorang penjaga stan Napi Craft, Hikmawan Eka Saputra, mengatakan antusiasme pengunjung cukup tinggi. “Barang-barang yang ada di stan Napi Craft banyak disukai para pengunjung, bahkan ada yang memborong dalam jumlah banyak,” ungkap Hikmawan. Tuti Nurhayati, Kasubdit Bimbingan Kemandirian Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS), mengungkapkan bahwa barang-barang yang dipamerkan laku keras. Usaha ini tidak terlepas dari jerih payah panitia dalam mengumpulkan dan menseleksi hasil karya yang berkualitas yang dipamerkan. “Ada 56 lembaga pemasyarakatan (lapas) yang ikut dalam pameran ini. Kami mengumpulkan dan Ibu Evi Amir Syamsudin yang langsung menyeleksi barang-barang ini selama sebulan,” ujar Tuti di stan Napi Craft. Menurutnya, banyak hasil karya yang unik dari WBP, di antaranya kursi goyang, papan catur berbahan kayu kelapa, miniatur perahu nelayan, kapal phinisi dari lintingan kertas koran, hiasan lampu dari kulit kerang, Al-Quran raksasa, serta masih banyak lagi kerajinan yang ditampilkan pada stan Napi Craft. “Al-Quran raksasa ini misalnya, hasil karya WBP Lapas Banyuwangi yang dikerjakan selama tujuh bulan oleh napi bernama Sugiyanto,” jelas Tuti.   Tuti menambahkan, Ditjen PAS memiliki dua tugas pembinaan terhadap WBP, yakni pembinaan kepribadian dan kemandirian. “Pembinaan kemandirian berupa pelatihan keterampilan seperti industri, jasa, pertanian, perkebunan, dan perikanan. WBP dibina untuk mengurangi tingkat gejolak berpikiran macam-macam. Dengan kesibukan di lapas diharapkan akan fokus dan mendapat penghasilan untuk diri sendiri serta keluarganya,” kata Tuti. Selain itu, Tuti menuturkan kedepannya lapas akan dijadikan sebuah industri. “Jadi napi di dalam itu betul-betul seperti sedang bekerja dan sekolah sehingga bisa memberikan penghasilan kepada keluarganya,” tambahnya. Stan Napi Craft memang cukup banyak mendapat perhatian pengunjung dalam gelaran FESRA, termasuk Ibu Negara Ani Yudhoyono. Hasil dari pameran ini akan dikembalikan ke lapas yang ikut serta, sedangkan Al-Quran raksasa akan dihibahkan ke Masjid Kementerian Hukum dan HAM. (IR)   Penulis: Singgih Pratama
 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0