Jamur Tiram digandrungi Pembesuk Lapas Nusakambangan

Jakarta, INFO_PAS — Jamur Tiram produksi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika, Nusakambangan, Cilacap, banyak diminati para pembesuk yang berkunjung di Lapas tersebut. Sampai-sampai petugas kewalahan memenuhi permintaan dari konsumen terhadap jamur tiram yang dibudidayakan di lapas itu. "Kita punya empat rumah jamur yang dipanen setiap dua minggu sekali. Setiap panen, selalu habis terjual," kata Kepala Lapas Narkotika, Lilik Sujandi, di Nusakambangan, Cilacap, Kamis (30/5). Lilik mengatakan, jamur tiram tersebut dijual kepada keluarga napi yang berkunjung di Lapas Narkotika dengan harga Rp 5.000 per kilogram. Bahkan, kata dia, sebagian dari keluarga napi menjual kembali jamur tiram itu di Cilacap dengan harga Rp7.000 per kilogram. "Kebetulan rumah jamur itu ditempatkan di dekat ruang pembesuk sehingga kelihatan dan mereka tertarik untuk membelinya," ungkap Lilik. Disinggung mengenai kemungkinan jamur tiram produksi Lapas Narkotika dike

Jamur Tiram digandrungi Pembesuk Lapas Nusakambangan
Jakarta, INFO_PAS — Jamur Tiram produksi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika, Nusakambangan, Cilacap, banyak diminati para pembesuk yang berkunjung di Lapas tersebut. Sampai-sampai petugas kewalahan memenuhi permintaan dari konsumen terhadap jamur tiram yang dibudidayakan di lapas itu. "Kita punya empat rumah jamur yang dipanen setiap dua minggu sekali. Setiap panen, selalu habis terjual," kata Kepala Lapas Narkotika, Lilik Sujandi, di Nusakambangan, Cilacap, Kamis (30/5). Lilik mengatakan, jamur tiram tersebut dijual kepada keluarga napi yang berkunjung di Lapas Narkotika dengan harga Rp 5.000 per kilogram. Bahkan, kata dia, sebagian dari keluarga napi menjual kembali jamur tiram itu di Cilacap dengan harga Rp7.000 per kilogram. "Kebetulan rumah jamur itu ditempatkan di dekat ruang pembesuk sehingga kelihatan dan mereka tertarik untuk membelinya," ungkap Lilik. Disinggung mengenai kemungkinan jamur tiram produksi Lapas Narkotika dikembangkan sebagai makanan olahan, dia mengatakan bahwa sebenarnya beberapa wargabinaan Lapas Narkotika telah dilatih untuk membuat makanan olahan dari jamur tiram. Ia mengatakan sejumlah pembudidaya dan perajin makanan olahan jamur tiram dari Cilacap telah diundang ke Lapas Narkotika guna melatih para napi. Akan tetapi, kata dia, pembuatan makanan olahan dari jamur tiram itu masih sulit dilakukan karena jamur selalu habis setiap kali panen. "Kalau dibuat makanan olahan, sudah tidak pernah tercukupi karena setiap kali panen langsung habis," kata dia. Oleh karena itu, pihaknya berencana menambah rumah jamur di lingkungan Lapas Narkotika sebagai upaya pemberdayaan napi penghuni lapas itu. Dia mengharapkan napi penghuni Lapas Narkotika memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka bebas dari hukuman. "Secara kebetulan cuaca di sini cocok untuk budi daya jamur tiram," katanya.
Sumber: Antara.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0