Kanwil Sumsel Minta Lapas & Rutan Buat Produk Unggulan

Share:

Lahat, INFO_PAS – Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan, Giri Purbadi, meminta agar setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, terutama lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan) memiliki suatu produk unggulan yang dibuat oleh para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Hal ini disampaikan Giri saat dilangsungkannnya Safari Ramadan 1439 Hijriah di Lapas Lahat, Kamis (24/5). Pada kesempatan itu, hadir pula Sugito selaku Kepala Bidang(Kabid) Kemaanan Kesehatan Perawatan Basan dan Baran, Syafar Pudji Rochmadi selaku Kabid Bimbingan Kemasyarakatan, Registrasi, dan Informasi dan Komunikasi, serta sejumlah Kepala UPT Pemasyarakatan seperti Ridar Sutaryanto selaku Kepala Lapas (Kalapas) Lahat, Rudik Erminanto selaku Kalapas Muaraenim, Yudi Khairudin selaku Kepala Rutan (Karutan) Tebing Tinggi, Elheryanto selaku Karutan Pagaralam, serta Kepala Balai Pemasyarakatan Lahat, Yekti Apriyanti.

“Sesuai dengan pesan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sumatera Selatan butuh aktualisasi kegiatan lapangan. Syukur-syukur bisa memiliki daya saing di pasaran,” pesan Giri.

Ia juga menekankan tiga hal yang harus dilakukan di setiap UPT Pemasyarakatan. Pertama, harus bersih dari pungutan liar dan peredaran narkoba serta barang terlarang lainnya. Kedua, dengan adanya penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil besar-besaran, keamanan dan ketertiban di lapas atau rutan harus lebih baik lagi. Jangan sampai ada lagi kasus narapidana kabur ataupun kerusuhan dari WBP. Ketiga, lapas maupun rutan harus mencerminkan lembaga produktif, yakni minimal ada satu produk unggulan dari masing-masing lapas dengan ciri khasnya tersendiri.

pengarahan Kadiv PAS Sumsel

Menurutnya, untuk mengaktualisasikan hal tersebut sebenarnya tidak terlalu sulit mengingat banyaknya barang kebutuhan pokok masyarakat. Artinya, WBP bisa diberdayakan atau dibina untuk membuat salah satunya, seperti produksi tempe, roti, pembesih lantai, sabun cuci, ataupun kerajinan pembuatan peci, sajadah, kerudung, dan pigura.

“Manfaatkan kebutuhan pasar dan sifatnya memanfaatkan keunggulan dari sumber daya daerah tersebut. Jadi, jangan hanya sekedar memenuhi kebutuhan menghabiskan waktu saja, tapi kita juga harus menghasilkan sesuatu barang yang produktif,” tegas Giri.

Terkait dua pembangunan bapas baru di Sumatera Selatna, Giri berharap Sumatera Selatan memiliki daya saing dengan bapas-bapas lain dalam hal pelayanan dan pembinaan Pemasyarakatan mengingat Sumatera Selatan merupakan provinsi yang cukup besar dan punya semangat juang yang diwariskan dari Kerajaan Sriwijaya.

“Jadi saya berharap anak-anak Sriwijaya benar-benar punya kemampuan yang cukup untuk menghentak. Kita bisa kok berbuat baik, kenapa tidak. Kesempatan tersebut harus dijadikan motivasi untuk berbuat sesuatu yang membanggakan,” pungkas Giri.

 

 

Kontributor: Bapas Lahat

Kanwil Sumsel Minta Lapas & Rutan Buat Produk Unggulan | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya