Karutan Bantaeng Tekankan Pentingnya Penanaman Kesadaran Bela Negara

Share:

Bantaeng, INFO_PAS – Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Bantaeng, Muhammad Ishak, menekankan pentingnya penanaman kesadaran bela negara kepada seluruh warga negara sebagai bentuk revolusi mental sekaligus untuk membangun daya tangkal bangsa sebagai bentuk revolusi mental sekaligus untuk membangun daya tangkal bangsa.

Selain itu, bela negara juga sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam upaya mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara.

“Upaya mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara sebagai nilai dasar bela negara mencakup cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, yakin pada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, serta memiliki kemampuan awal bela negara,” tutur Ishak, terkait peringatan Hari Kesadaran Nasional Tahun 2018, Senin (17/12).

Karutan menambahkan Hari Kesadaran Nasional merupakan rekfleksi diri terhadap perilaku yang telah dilakukan selama mengemban tugas sebagai Aparatur Sipil Negara. “Ini harus dijadikan senmangat dalam hal kedisplinan saat bekerja dan memupuk semangat untuk tulus ikhlas mengabdikan diri kepada bangsa dan negara dan terus melakukan inovasi di pelbagai bidang dalam lingkup Kementerian Hukum dan HAM,” tambah Lukman saat menghadiri Upacara Hari Kesadaran Nasional di Tribun Pantai Seruni bersama dengan pimpinan instansi daerah dan seluruh jajaran Pemerintahan Daerah Kabupaten Bantaeng.

Upacara HKN di Rutan Bantaeng

Hari itu, seluruh pejabat struktural, petugas, dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Bantaeng juga melaksanakan Upacara Hari Kesadaran Nasional di lapangan Rutan Bantaeng. Pada upacara kali ini, Kepala Sub Seksi Pengelolaan Rutan, H. Abdul Kadir, bertindak sebagai Inspektur Upacara, dan Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Amir, menjadi Perwira Upacara.

Adapun beberapa petugas dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang bertugas dalam upacara ini adalah Fatmawati sebagai MC/protokol, H. Sitti Nurbayah sebagai dirijen, Makmur sebagai pembaca doa, serta tiga CPNS sebagai pembaca UUD 1945 dan Panca Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia. Adapun pengibar bendera merah putih adalah WBP Rutan Bantaeng.

Abdul Kadir menyampaikan betapa pentingnya peringatan ini sebagai salah satu upaya meningkatkan nasionalisme WBP serta untuk menjaga keamanan dan ketertiban antar WBP maupun dengan petugas sehingga tercipta lingkungan yang kondusif.

“Saya berharap akan terbangun karakter disiplin, optimisme, taat hukum, dan bekerja keras untuk negara dan bangsa. Laksanakan perintah Allah SWT guna menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara,” pesannya.

 

 

Kontributor: Rutan Bantaeng

Karutan Bantaeng Tekankan Pentingnya Penanaman Kesadaran Bela Negara | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya