Kedubes Amerika Kunjungi Rutan Baloi

Sylvie Young Phd (baju putih tengah) perwakilan Kedubes Amerika, berkunjung ke Rutan Baloi
BATAM, METRO: Sylvie Young Phd, Assistant Cultural Affair Officer Public Affair Section, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia, mengunjungi Rumah Tahanan (Rutan), Batam, Sabtu (5/4) siang. Kedatangannya untuk melihat langsung program pelatihan keterampilan dan pemberdayaan warga binaan wanita, oleh Cinderella From Indonesia Centre, salah satu lembaga yang bergerak dibidang sosial dan merupakan lembaga yang mendapatkan bantuan dan di bawah binaan Kedutaaan Besar Amerika di Indonesia. “Kita melakukan monitoring, apakah program yang kita lakukan berjalan apa tidak,” ujar Sylvie. Program pemberdayaan wanita binaan di Rutan, kata Sylvie, merupakan salah satu program Kedutaan Besar Amerika di Indonesia. Pasalnya, setelah keluar dari penjara nantinya seorang mantan narapidana memiliki tujuan hidup.
Kedubes Amerika Kunjungi Rutan Baloi

Sylvie Young Phd (baju putih tengah) perwakilan Kedubes Amerika, berkunjung ke Rutan Baloi
BATAM, METRO: Sylvie Young Phd, Assistant Cultural Affair Officer Public Affair Section, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia, mengunjungi Rumah Tahanan (Rutan), Batam, Sabtu (5/4) siang. Kedatangannya untuk melihat langsung program pelatihan keterampilan dan pemberdayaan warga binaan wanita, oleh Cinderella From Indonesia Centre, salah satu lembaga yang bergerak dibidang sosial dan merupakan lembaga yang mendapatkan bantuan dan di bawah binaan Kedutaaan Besar Amerika di Indonesia. “Kita melakukan monitoring, apakah program yang kita lakukan berjalan apa tidak,” ujar Sylvie. Program pemberdayaan wanita binaan di Rutan, kata Sylvie, merupakan salah satu program Kedutaan Besar Amerika di Indonesia. Pasalnya, setelah keluar dari penjara nantinya seorang mantan narapidana memiliki tujuan hidup. Setidaknya dengan pelatihan yang sudah didapatkan dapat membantu ekonomi bahkan bisa membuka lapangan usaha. “Bisa berbisnis sendiri,” ujarnya. Diungkapkan Sylvie, program ini sudah berjalan dari Januari 2014. Pada tahap pertama akan berlangsung pada Desember 2014 mendatang. Di Batam mencakup pemberdayaan wanita di Rutan Batam dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Barelang. “Pada Agus mendatang kami juga akan bekerjasama dengan lembaga lain untuk pembinaan di Rutan di Jakarta,” ungkapnya. “Kenapa Kedubes mau membantu program ini, karena program ini pada dasarnya memberdayakan wanita. Kita senang karena bisa menambah keterampilan. Seorang wanita juga bisa berkontribusi. Program ini merupakan dorongan awal. Kita juga akan dukung program lainnya,” tambahnya. Sementara itu, pendiri  Cinderella from Indonesia Centre, Lusia Efriani, mengatakan, lembaga sosial yang didirikannya itu memang konsen dalam memberikan pelatihan dan pemberdayaan wanita warga binaan di Rutan maupun Lapas. Saat ini dengan program pelatihan kerajinan tangan yang diberi nama Batik Girl, mereka memberikan pelatihan bagaimana cara membuat sebuah boneka. Boneka-boneka yang nantinya berhasil dibuat oleh wanita binan dan kemudian lulus kontrol akan dibeli dan selanjutnya dijual kembali. “Hasil dari penjualannya akan didonasikan kembali untuk kegiatan sosial,” ungkap Lusia. Lusia sangat berterima kasih kepada Kedubes Amerika di Indonesia yang sudah memberikan bantuan termasuk pelatihan pada lembaganya. “Bonekanya makin sempurna. Cara pengemasannyaa juga semakin menarik. Boneka-boneka ini akan kita jual di outlet-outlet cendramata,” ujarnya.(qul) Sumber : posmetrobatam.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0