Kisah di Balik Lapas Anak (1)

Ilustrasi (Foto : Okezone)
Ilustrasi (Foto : Okezone)
JAKARTA - Di balik musibah pasti ada hikmah yang tersembunyi. Demikian kata-kata bijak yang selalu ditanamkan orangtua pada anak-anaknya. Hal ini pula yang dirasakan oleh Ramdoni Malik, penghuni tetap lembaga pemasyarakatan (lapas) anak pria Tangerang selama dua tahun belakangan.Doni -begitu dia biasa disapa- tidak ubahnya dengan pemuda pada umumnya. Hanya saja, Doni harus menghabiskan empat tahun tiga bulan dengan "menginap" di hotel prodeo. Menjalani masa separuh masa hukuman, Doni mengaku sudah mendapatkan pelajaran berharga. Perubahan terbesar yang dialami Doni selama di lapas ad

Ilustrasi (Foto : Okezone)
Ilustrasi (Foto : Okezone)
JAKARTA - Di balik musibah pasti ada hikmah yang tersembunyi. Demikian kata-kata bijak yang selalu ditanamkan orangtua pada anak-anaknya. Hal ini pula yang dirasakan oleh Ramdoni Malik, penghuni tetap lembaga pemasyarakatan (lapas) anak pria Tangerang selama dua tahun belakangan.Doni -begitu dia biasa disapa- tidak ubahnya dengan pemuda pada umumnya. Hanya saja, Doni harus menghabiskan empat tahun tiga bulan dengan "menginap" di hotel prodeo. Menjalani masa separuh masa hukuman, Doni mengaku sudah mendapatkan pelajaran berharga. Perubahan terbesar yang dialami Doni selama di lapas adalah hubungannya yang semakin dekat dengan Sang Pencipta. "Di luar saya tidak bisa salat. Tapi, di sini saya belajar salat dan membaca Al-Quran. Bahkan, saya jadi imam pun di sini," ujar Doni kepada Okezonedi Lapas Anak Pria, Tangerang, belum lama ini. Pelajar kelas XII IPS itu menambahkan, salat menjadi salah satu alasan untuk tetap kerasan berada jauh dari orang-orang terkasih. "Tanpa salat hidup saya terasa hampa. Hanya salat yang membuat saya bertahan di sini," paparnya. Meski berada dalam tahanan, para anak didik (andik) -sebutan untuk penghuni lapas anak pria- tetap mendapatkan pendidikan yang seharusnya, baik SD, SMP, maupun SMA. Bahkan, kata Doni, mereka pun mendapat bekal keterampilan dan sarana untuk berekspresi, seperti band, olahraga, maupun otomotif. "Saya akan ikut Ujian Nasional (UN) pada 2013 di sini. Setelah lulus, mendapat ijazah, dan keluar dari sini, saya ingin mencari pekerjaan. Bukan tidak mau kuliah tapi kalau ada yang membiayai atau kalau saya punya biaya sendiri, saya pasti akan lanjut kuliah," tutur Doni seraya menyebut Bisnis dan Keuangan sebagai bidang studi yang ingin ditekuninya. Pemuda berusia 18 tahun itu bertekad tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama dan berakhir kembali di penjara karena berurusan dengan narkoba. Dia mengungkapkan akan lebih selektif dalam mencari teman dan bergaul. "Insya Allah saya enggak mau balik lagi ke sini. Ke luar dari sini saya mau cari teman yang benar dan bisa membimbing saya. Karena hati manusia tidak ada yang tahu," imbuhnya.
(rfa)
 Sumber: http://kampus.okezone.com/read/2012/11/30/373/725517/dua-tahun-di-lapas-doni-jadi-rajin-salat
 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0