Klien Asimilasi Bapas Ambon Diintegrasikan ke Cuti Bersyarat

Klien Asimilasi Bapas Ambon Diintegrasikan ke Cuti Bersyarat

Ambon, INFO_PASSelesai melaksanakan program Asimilasi di rumah, sembilan Klien Balai Pemasyarakatan (Bapas) Ambon kembali diintegrasikan ke program Cuti Bersyarat (CB). Sembilan Klien Bapas Ambon tersebut kembali melapor kepada Pembimbing Kemasyarakatan (PK) masing-masing, Selasa (7/9) dan nantinya akan diproses untuk program CB.

Nasir Nurdin, Kepala Subseksi (Kasubsi) Bimbingan Klien Anak, menjelaskan Asimilasi di rumah merupakan kebijakan pemerintah yang diterbitkan melalui Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) RI Nomor 24 Tahun 2021 yang dikeluarkan sebagai langkah penanggulangan penyebaran COVID-19 di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan).

Sampai saat ini, jumlah narapidana di Lapas/Rutan seluruh Indonesia sudah melebihi kapasitas atau overcrowded“Di masa pandemi seperti ini, apabila narapidana bertumpuk di Lapas/Rutan, pasti COVID-19 sangat mudah menular. Oleh karena itu, pemerintah mengeluarkan Permenkumham RI Nomor 24 Tahun 2021,” jelas Nasir.

Pemberian Asimilasi di rumah juga dikhususkan bagi narapidana yang sudah menjalani 1/3  dari masa pidananya. “Kenapa sembilan Klien Bapas yang merupakan eks narapidana ini setelah Asimilasi di rumah harus diintegrasikan ke CB karena mereka semua rata-rata yang mendapatkan hukuman dibawah 1,5 tahun atau dengan kata lain mereka sudah jalani hukuman 2/3 dari masa pidanya, imbuh Nasir.

Sembilan Klien Bapas Ambon yang mendapatkan integrasi dari Lapas Piru, antara lain berinisial BM, GKR, PM, ST, FN, PK, YL, CT, dan RT.

Ronal J. Abrahams, Asisten PK Mahir, menangani kesembilan Klien tersebut untuk bisa diintegrasikan ke CB. Ia mengimbau ke depannya mereka bisa menjaga diri dengan tidak melakukan kejahatan. Lebih dari itu, diharapkan setiap program pembimbingan yang sudah diperoleh selama menjadi Klien Bapas Ambon, baik bimbingan kepribadian maupun kemandirian, bisa diaplikasikan di tengah-tengah kehidupan sosial masyarakat.

“Bersyukur kalian sudah beralih status dari Asimilasi di rumah ke CB. Saya harap kalian tetap mengikuti setiap prosedur yang berlaku. CB bukan berarti sudah bebas murni, tetapi kalian masih harus mendapatkan pengawasan. Sewaktu-waktu jika tidak ada yang melapor keberadaan masing-masing, saya akan langsung melakukan home visit atau kunjungan rumah untuk memantau keberadaan kalian, pesan Ronald. (prv)

 

Kontributor: Ody S.

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0