Kurangi Jenuh, Lapas Beri Pelatihan Ketrampilan Narapidana

Bojonegoro (beritajatim.com) -- Lembaga Permasyarakatan kelas II A Bojonegoro memberikan terobosan agar para Tahanan dan Nara Pidana (napi) tidak jenuh saat berada didalam bui dengan memberikan pelatihan ketrampilan.  Program pembinaan ketrampilan Bengkel Kerja(bengker) Nara Pidana yang diberikan meliputi, pembinaan mental dan spiritual, fisik, serta sosial dan budaya. Kepala Lapas kelas IIA Bojonegoro Hendra Eka Putra mengatakan, selain diberikan ketrampilan, mereka melakukan olahraga tiap minggu sekali serta hiburan musik melayu. "Kami mulai benah-benah dengan program baru, mereka semua berkegiatan agar tidak jenuh selama di-bui," katanya, Sabtu(04/02/2012). Setiap tahanan dan napi sebelum mengi
Kurangi Jenuh, Lapas Beri Pelatihan Ketrampilan Narapidana
Bojonegoro (beritajatim.com) -- Lembaga Permasyarakatan kelas II A Bojonegoro memberikan terobosan agar para Tahanan dan Nara Pidana (napi) tidak jenuh saat berada didalam bui dengan memberikan pelatihan ketrampilan.  Program pembinaan ketrampilan Bengkel Kerja(bengker) Nara Pidana yang diberikan meliputi, pembinaan mental dan spiritual, fisik, serta sosial dan budaya. Kepala Lapas kelas IIA Bojonegoro Hendra Eka Putra mengatakan, selain diberikan ketrampilan, mereka melakukan olahraga tiap minggu sekali serta hiburan musik melayu. "Kami mulai benah-benah dengan program baru, mereka semua berkegiatan agar tidak jenuh selama di-bui," katanya, Sabtu(04/02/2012). Setiap tahanan dan napi sebelum mengikuti kegiatan ini semua diberikan tes sesuai dengan kemampuan mereka di masa pengenalan lingkungan (mapenaling) selama satu minggu di lapas. "Di mapenaling ini Napi diberi hak dan kewajiban apa saja yang harus dilakukanya didalam lapas, dan dari situ juga bisa diketahui minat dan bakat mereka," tambahnya. Diberikannya ketrampilan kepada 241 penghuni Lapas seperti membuat keset, membuat batik, menjahit, ukir ini baru dijalankan kurang lebih 16 hari, namun  warga binaan juga menerima dengan antusias mengikuti program kegiatan pengembangan pembinaan ketrampilan. Program ini menurut Hendra, bertujuan agar mereka tidak jenuh saat berada didalam bui, jika ada pemindahan blok bisa mengenal satu dg yang lain, dan bisa merenungi kesalahan yang mereka perbuat. "Mereka nanti kalau sudah keluar agar mempunyai ketrampilan," harapnya. [uuk/ted]
Akses http://m.beritajatim.com dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0