Lapas Krisis Air Bersih

 
LAPAS: Inilah gedung Lapas Kelas III Gunungsugih, Lampung Tengah, yang cukup megah dilihat dari depan. Namun, sarana dan prasarana di dalamnya masih kurang. FOTO RADAR LAMTENG/RNN
GUNUNGSUGIH – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Gunungsugih, Lampung Tengah, menjadi sorotan banyak pihak. Hal ini menyusul mencuatnya sejumlah permasalahan yang terjadi di tempat itu. Diketahui, di lapas yang terhitung baru ditempati ini ada insiden yang nyaris berujung baku hantam. Yakni ketika tiga narapidana (napi) saling berseteru adu mulut pada Jumat (16/5) sekitar pukul 16.00 WIB. Pemicunya sarana dan prasarana di dalam lapas setempat yang belum lengkap. Hal itu diakui oleh Kalapas Kelas III Gunungsugih Burzanjos. Ia mengatakan, kejadian di lapas yang ia pimpin beberapa waktu lalu karena kurangnya air bersih untuk mandi.   ”Ya, masalah (Jumat, 16/5) kemarin karena air bersih di lapa
Lapas Krisis Air Bersih

 
LAPAS: Inilah gedung Lapas Kelas III Gunungsugih, Lampung Tengah, yang cukup megah dilihat dari depan. Namun, sarana dan prasarana di dalamnya masih kurang. FOTO RADAR LAMTENG/RNN
GUNUNGSUGIH – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Gunungsugih, Lampung Tengah, menjadi sorotan banyak pihak. Hal ini menyusul mencuatnya sejumlah permasalahan yang terjadi di tempat itu. Diketahui, di lapas yang terhitung baru ditempati ini ada insiden yang nyaris berujung baku hantam. Yakni ketika tiga narapidana (napi) saling berseteru adu mulut pada Jumat (16/5) sekitar pukul 16.00 WIB. Pemicunya sarana dan prasarana di dalam lapas setempat yang belum lengkap. Hal itu diakui oleh Kalapas Kelas III Gunungsugih Burzanjos. Ia mengatakan, kejadian di lapas yang ia pimpin beberapa waktu lalu karena kurangnya air bersih untuk mandi.   ”Ya, masalah (Jumat, 16/5) kemarin karena air bersih di lapas ini mengalami kekurangan. Sehingga, mereka (napi, Red) saling berebut hingga terlibat cekcok mulut,” kata Jos –sapaan akrab Burzanjos– kemarin. Dikatakan Jos, di lapas yang baru saja beroperasi tiga bulan lalu ini hanya ada dua sumber air bersih.  Ia menjelaskan, idealnya dalam sebuah lapas dengan jumlah penghuni mencapai 233 napi, seperti di Lapas Kelas III Gunungsugih, harus memiliki lima sumber air. ”Penambahan sumur air sekarang sangat mendesak dibutuhkan di lapas ini,” ucapnya. Ia berharap ada penambahan beberapa sumur bor sebagai sumber air para napi. Ini agar permasalahan seperti yang terjadi beberapa hari lalu tidak terjadi lagi. Permasalahan lain yang dihadapi selain air bersih, lapas setempat juga membutuhkan pembangunan blok baru. Dengan jumlah blok sekarang ini tiga buah sudah overkapasitas bila dibandingkan jumlah napi. ”Kapasitasnya 200 orang, tapi sekarang ini jumlah penghuninya telah mencapai 233 napi,” katanya lagi. Jos menambahkan, untuk penambahan blok baru ini harus dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia karena sifatnya pengadaan. ’’Jadi harus ada izin dahulu dari Menkumham,” ungkapnya. (rid/rnn/c2/adi) Sumber : radarlampung.co.id

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0