Lapas Merauke Kesulitan Air Bersih

Merauke - Sulitnya mendapatkan air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan tidak hanya dialami masyarakat umum di Merauke, namun juga dialami warga binaan Lapas Merauke. Kondisi ini diungkapkan Kalapas Merauke Dwi Santoso, saat ditemui Cenderawasih Pos, di ruang kerjanya, Rabu (7/10) kemarin. Dikatakan, musim kemarau yang berkepanjangan saat ini berbuntut pada kesulitan untuk mendapatkan air bersih. ‘’Kami juga yang ada di dalam Lapas Merauke ini juga mengalami kesulitan memperoleh air bersih,’’ kata Dwi Santoso. Untuk masak dan minum, jelas Dwi Santoso, pihaknya   terpaksa membeli air tanki dari PDAM yang setiap harinya 1 tanki penuh yang berisi 5000 liter. ‘’Untuk masak dan minum kita beli air tanki dari PDAM yang berisi 5.000 liter. Setiap harinya 1 tanki. Kalau kurang kita pesan, tapi selama   ini rata-rata 1 tanki,’’ terangnya. Sementara untuk mandi dan mencuci pakai, jelas   Dwi Santoso pihaknya menggunakan sumur yang ada di da

Lapas Merauke Kesulitan Air Bersih
Merauke - Sulitnya mendapatkan air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan tidak hanya dialami masyarakat umum di Merauke, namun juga dialami warga binaan Lapas Merauke. Kondisi ini diungkapkan Kalapas Merauke Dwi Santoso, saat ditemui Cenderawasih Pos, di ruang kerjanya, Rabu (7/10) kemarin. Dikatakan, musim kemarau yang berkepanjangan saat ini berbuntut pada kesulitan untuk mendapatkan air bersih. ‘’Kami juga yang ada di dalam Lapas Merauke ini juga mengalami kesulitan memperoleh air bersih,’’ kata Dwi Santoso. Untuk masak dan minum, jelas Dwi Santoso, pihaknya   terpaksa membeli air tanki dari PDAM yang setiap harinya 1 tanki penuh yang berisi 5000 liter. ‘’Untuk masak dan minum kita beli air tanki dari PDAM yang berisi 5.000 liter. Setiap harinya 1 tanki. Kalau kurang kita pesan, tapi selama   ini rata-rata 1 tanki,’’ terangnya. Sementara untuk mandi dan mencuci pakai, jelas   Dwi Santoso pihaknya menggunakan sumur yang ada di dalam Lapas Merauke. Hanya saja, dengan musim kemarau yang cukup panjang, sumur yang ada di dalam Lapas itu kini debitnya semakin berkurang sehingga tidak cukup digunakan binaan Lapas Merauke untuk mandi dan mencuci. Untungnya lanjut Kalapas Dwi Santoso, ada sumur bor milik Lapas yang ada di luar tembok Lapas Merauke. Hanya saja sumur bor ini sudah mati sehingga pihaknya terpaksa memompa air tersebut dengan menggunakan mesin pompa untuk mengalirkan ke dalam Lapas. ‘’Jadi kita pompa dulu ke dalam profil tank, setelah itu secara gravitasi air akan mengalir ke tempat-tempat penampungan yang sudah kita siapkan di dalam Lapas,’’ terangnya. Diakui Dwi Santoso, air sumur tersebut tidak asin hanya warnanya agak kabur.(ulo/nan) Sumber : cenderawasihpos.com  

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0