Lapas Narkoba Karang Intan Krisis Air Bersih

Karang intan - Kemarau tidak hanya berdampak pada berkurangnya ketersediaan air di lahan persawahan, tetapi juga berdampak pada ketersediaan air bagi para narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan Narkoba Kelas IIA Karang Intan, Martapura, Kabupaten Banjar. Hal itu terjadi lantaran Lapas hanya bergantung pada sumur bor untuk pengadaan air bersih. Kepala Lapas M Hafil mengatakan, air sumur bor yang tersedia di setiap blok Lapas mulai mengering. “Akibatnya napi harus menunggu hingga beberapa jam baru sumur kembali berair, setelah sebelumnya dipergunakan,” kata dia kepada wartawan, Minggu (16/8/2015). Ia melanjutkan, total ada sembilan blok di Lapas Karang Intan dan masing-masing tersedia sumur bor sedalam 140 meter. Namun keseluruhan sumur kondisinya sama, yaitu tidak bisa mengalirkan air secara normal. “Satu bloknya ada yang tersedia dua sumur, jadi total ada lebih dari sembilan sumur di Lapas Karang Intan,” sebutnya. Lebih lanjut, Hafil mengungk

Lapas Narkoba Karang Intan Krisis Air Bersih
Karang intan - Kemarau tidak hanya berdampak pada berkurangnya ketersediaan air di lahan persawahan, tetapi juga berdampak pada ketersediaan air bagi para narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan Narkoba Kelas IIA Karang Intan, Martapura, Kabupaten Banjar. Hal itu terjadi lantaran Lapas hanya bergantung pada sumur bor untuk pengadaan air bersih. Kepala Lapas M Hafil mengatakan, air sumur bor yang tersedia di setiap blok Lapas mulai mengering. “Akibatnya napi harus menunggu hingga beberapa jam baru sumur kembali berair, setelah sebelumnya dipergunakan,” kata dia kepada wartawan, Minggu (16/8/2015). Ia melanjutkan, total ada sembilan blok di Lapas Karang Intan dan masing-masing tersedia sumur bor sedalam 140 meter. Namun keseluruhan sumur kondisinya sama, yaitu tidak bisa mengalirkan air secara normal. “Satu bloknya ada yang tersedia dua sumur, jadi total ada lebih dari sembilan sumur di Lapas Karang Intan,” sebutnya. Lebih lanjut, Hafil mengungkapkan, baru-baru ini pihaknya telah membuat satu sumur bor baru guna menambah ketersediaan air. Tapi hal itu dirasa tidak cukup bila musim kemarau terus berlanjut. “Sementara itu, satu sumur itu saat ini masih dalam masa percobaan, tapi kalau kemaraunya berkepanjangan sepertinya tidak cukup,” ungkapnya. Maka dari itu, bila sumur bor pada akhirnya tidak da­pat mencukupi ketersediaan air bagi para napi, solusi terakhir yang akan dilakukan adalah mengambil air langsung ke irigasi.(KS07/B-3) Sumber : borneonews.co.id  

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0