Lapas Paledang Jadi Museum Penjara

BOGOR-Rencana pemindahan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Paledang ke Desa Pasirjambu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, nampaknya akan segera terealisasi. Pasalnya, tahapan pembebasan lahan seluas 5,2 hektare, kini telah rampung dan siap dilakukan pembangunan pada 2012 mendatang. Untuk itu, wakil rakyat di DPRD Kota Bogor berjanji bakal terus mengawal proyek yang memakan dana Rp100 miliar dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN) itu.
Ketua Komisi A Maman Herman mengatakan, selain memantau proses pembangunan dan pemindahan lapas yang direncanakan selesai 2013, pihaknya juga berjanji untuk menjaga konsistensi peruntukan bangunan Lapas Paledang sebagai Benda Cagar Budaya (BCB) yang harus dilestarikan. Nantinya, kata Maman, setelah

Lapas Paledang Jadi Museum Penjara
BOGOR-Rencana pemindahan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Paledang ke Desa Pasirjambu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, nampaknya akan segera terealisasi. Pasalnya, tahapan pembebasan lahan seluas 5,2 hektare, kini telah rampung dan siap dilakukan pembangunan pada 2012 mendatang. Untuk itu, wakil rakyat di DPRD Kota Bogor berjanji bakal terus mengawal proyek yang memakan dana Rp100 miliar dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN) itu.
Ketua Komisi A Maman Herman mengatakan, selain memantau proses pembangunan dan pemindahan lapas yang direncanakan selesai 2013, pihaknya juga berjanji untuk menjaga konsistensi peruntukan bangunan Lapas Paledang sebagai Benda Cagar Budaya (BCB) yang harus dilestarikan. Nantinya, kata Maman, setelah dikosongkan, Lapas Paledang yang merupakan salah satu BCB Kota Bogor itu akan dijadikan sebagai museum dan jalur hijau. "Untuk bangunan utamanya sekitar 3.000 meter persegi akan tetap dibiarkan seperti aslinya untuk dijadikan museum. Sedangkan, bagian perumahan pegawai akan dijadikan jalur hijau. Secara ekonomis, diakui Maman, museum tidak memberikan manfaat besar, karena belum bisa dijadikan sumber pendapatan asli daerah (PAD) secara langsung. "Tapi ada manfaat yang lebih besar kalau lapas ini dijadikan sebagai museum, yakni sosial dan edukasi bagi masyarakat," kata politisi dari fraksi Partai Demokrat itu. Seperti di Negara Amerika atau Malaysia, museum penjara bisa dijadikan sebagai alat edukasi bagi masyarakat agar memiliki gambaran mengenai kehidupan di dalam penjara. "Sekarang masyarakat cenderung sudah tidak takut kepada undang-undang. Kalau diberikan contoh dan gambaran secara langsung mengenai penjara, diharapkan ada efek takut dari masyarakat untuk melakukan kejahatan," katanya. Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa Lapas Paledang sepenuhnya akan dijadikan ruang terbuka hijau (RTH). Juga ada wacana untuk dijadikan rumah tahanan (rutan). Namun setelah Komisi A menemui pihak Kementerian Hukum dan HAM, disepakati lapas tersebut dijadikan museum penjara yang disertakan jalur hijau. Lantas, apakah Pemkot Bogor bisa benar-benar konsisten bahwa lahan Lapas Paledang nantinya akan dijadikan museum, bukan tempat komersial? Maman mengatakan, Komisi A menjamin peruntukan lahan itu sebagai museum. Kendati saat ini banyak investor yang mengincar untuk dijadikan pusat perbelanjaan atau ruko. "Wajar kalau ada kekhawatiran itu. Tapi kami akan terus mengawal dan konsisten pada rencana awal untuk menjadikannya museum. Menurut informasi, memang banyak investor yang mengincar lahan tersebut dengan harga tinggi," katanya. Adapun tujuan pemindahan Lapas Paledang ke Pasirjambu, ungkap Maman, berawal dari keprihatian akan kondisi lapas yang tidak memadai. Jumlah tahanan sama sekali tak sebanding dengan luas lapas. Selain itu juga untuk upaya penataan Kota Bogor agar lebih indah dan kondusif. "Ketika Komisi A melakukan sidak ke sana (Lapas Paledang, red) pada 2009 lalu, kapasitas lapas yang hanya menampung 400 orang, malah diisi 1.800 orang. Jelas itu sangat tidak manusiawi, overkapasitas. Maka perlu ada tempat yang lebih luas dan memadai," pungkasnya. Sementara itu, Lapas Paledang kini memiliki nakhoda baru yakni Muji Raharjo. Kemarin, bertempat di Aula Lapas Kelas II Paledang,  Muji Raharjo resmi menerima jabatan Kalapas Paledang dari pimpinan sebelumnya Suwarso. Sebelum ditugaskan di Lapas Paledang,
Muji menjabat Kalapas Padang. Sedangkan, Suwarso akan menjadi Kalapas Kelas I Medan. Saat ditemui usai serah terima jabatan, Muji mengaku sangat senang ditugaskan di Bogor. Sebab ini merupakan pengalaman pertamanya bertugas di Pulau Jawa. Mengenai program ke depan, Muji mengaku akan meneruskan program-program kalapas yang lama dan menguatkan perang terhadap narkoba. Sementara itu, Suwarso mengaku sangat bangga pernah bertugas di Bogor. Pria yang dikenal anak buahnya sebagai pemimpin taat administrasi itu, juga berterima kasih pada semua pihak yang telah membantunya menjalankan tugas selama menjabat Kalapas Paledang, salah satunya para awak media massa. "Karena tanpa bantuan semua pihak. Acara pisah sambut kalapas kemarin berlangsung meriah. Selain diisi dengan penampilan tim rebana dan band, acara juga dihebohkan dengan penampilan tari yang seluruh pemainnya merupakan warga binaan Lapas Paledang. Narapidana titipan atas kasus penipuan Selly Rahmawati juga turut unjuk kebolehan dalam menari. Dengan dandanan menarik, penampilan Selly cukup menyita perhatian para undangan dan awak media yang hadir. (redaksi)

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0