Lapas Perempuan Malang Lakukan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim

Share:

Malang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Malang memulai program pemeriksaan infeksi vagina dengan asam asetat (IVA) untuk deteksi dini kanker leher rahim dan sadanis berupa pemeriksaan payudara secara klinis, Rabu (18/4). Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih bekerja sama dengan Puskesmas Ciptomulyo Malang.

Ini merupakan tindak lanjut dari penunjukan Lapas Perempuan Malang sebagai pilot project untuk pemberian layanan kesehatan reproduksi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) seIndonesia oleh Kementerian Hukum dan HAM RI melalui Direktorat Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi serta Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Kesehatan Keluarga beberapa waktu yang lalu.

Dukungan pelaksanaan pemeriksaan pun disampaikan Kepala Puskesmas Ciptomulyo, Dr. Edy Dwitanto, yang berjanji akan mendukung program pemeriksaan tersebut seluruh WBP dan petugas lapas.

“Sebagai langkah awal, kami kirimkan dua bidan terlatih kami untuk memeriksa 10 WBP dulu seraya melihat hambatan yang dialami. Selanjutnya, kami atur strategi yang efektif untuk running dengan cakupan yang lebih banyak lagi. Jika perlu sekalian dengan pemeriksaan IMS,” ujar Dr. Edy.

Wahyu Andayati selaku Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik Lapas Perempuan Malang menyambut baik kerja sama tersebut. “Kami berterima kasih karena WBP dan petugas kami diberikan kesempatan mendapat akses pemeriksaan untuk mengetahui sedini mungkin tanda-tanda dini kanker payudara dan leher rahim,” ujarnya.

pemeriksaan infeksi vagina dengan asam asetat (IVA)

Sementara itu, Iin Indarti yang merupakan Dokter Lapas Perempuan Malang menjelaskan pemeriksaan IVA adalah bentuk kewaspadaan terhadap kanker payudara dan kanker mulut rahim. Apakagi dekade terakhir ini telah terjadi pergeseran tren penyakit di dunia. yang kini menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia.

Menurutnya, pemeriksaan ini cukup efektif untuk mendeteksi adanya lesi pra-kanker yang bisa berkembang menjadi kanker dalam kurun waktu 10-20 tahun. Bila ditemukan adanya lesi pra-kanker pada pemeriksaan IVA yang ditandai dengan adanya area putih dengan permukaan meninggi di zona transformasi serviks, maka akan dilakukan rujukan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan pap smear.

“Semakin cepat dideteksi maka tentunya kejadian kematian Jika ditemukan abnormalitas, petugas bisa merekomendasikan pasien untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” paparnya.

Salah seorang WBP yang menjalani pemeriksaan, Nurmawati, awalnya mengaku takut saat hendak diperiksa. “Saya takut karena sudah empat bulan ini haid saya tidak lancar dan ada nyeri perut bawah. Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa,” harapnya.

 

 

Kontributor: Lapas Perempuan Malang

Lapas Perempuan Malang Lakukan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya