Lapas Tabanan Rutin Memeriksa dan Rawat Senjata Api

Tabanan, INFO_PAS - Sumber daya manusia dan sarana-prasarana merupakan bagian tak terpisahkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lembaga pemasyarakatan (lapas), khususnya keberadaan senjata api. Apalagi semakin meningkatnya jumlah hunian lapas tentu semakin banyak juga masalah yang bisa terjadi. Mengingat pentinganya keberadaan senjata api sebagai sarana penunjang keamanan, maka Lapas Tabanan secara rutin melaksanakan perawatan senjata api dan amunisi bekerja sama dengan Gudang Munisi Daerah (Gudmurah) 09-21-01 IX/Udayana. Hal ini seperti terlihat pada Kamis (12/11) lalu. “Dilibatkannya pihak TNI dalam pemeriksaan dan perawatan senjata api dan amunisi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petugas Lapas Tabanan dalam memahami cara merawat senjata dan amunisi mengingat satuan Gudmurah memiliki sertifikasi ahli senjata api dan  amunisi,” ujar Ida Bagus Ardana selaku Kepala Lapas Tabanan. Dari hasil dari pemeriksaan dan perawatan senjata api dan amunis

Lapas Tabanan Rutin Memeriksa dan Rawat Senjata Api
Tabanan, INFO_PAS - Sumber daya manusia dan sarana-prasarana merupakan bagian tak terpisahkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lembaga pemasyarakatan (lapas), khususnya keberadaan senjata api. Apalagi semakin meningkatnya jumlah hunian lapas tentu semakin banyak juga masalah yang bisa terjadi. Mengingat pentinganya keberadaan senjata api sebagai sarana penunjang keamanan, maka Lapas Tabanan secara rutin melaksanakan perawatan senjata api dan amunisi bekerja sama dengan Gudang Munisi Daerah (Gudmurah) 09-21-01 IX/Udayana. Hal ini seperti terlihat pada Kamis (12/11) lalu. “Dilibatkannya pihak TNI dalam pemeriksaan dan perawatan senjata api dan amunisi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petugas Lapas Tabanan dalam memahami cara merawat senjata dan amunisi mengingat satuan Gudmurah memiliki sertifikasi ahli senjata api dan  amunisi,” ujar Ida Bagus Ardana selaku Kepala Lapas Tabanan. Dari hasil dari pemeriksaan dan perawatan senjata api dan amunisi kali ini diketahui bahwa peluru dengan tahun produksi 2001 kondisinya sudah tidak layak pakai. Hal ini terlihat dari banyaknya karat pada bagian selong peluru yang menurut ahli amunisi dari pihak TNI sangat tidak baik jika digunakan. Selain bisa gagal meledak juga akan merusak laras akbat dari dimasukannya peluru berkarat. (IR)     Kontributor: Lapas Tabanan

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0