Lapas Wirogunan Raih Penghargaan Lapas Terbaik 2014

Lapas Wirogunan

Harianjogja.com, JOGJA - Di Lembaga Pemasyarakatan Wirogunan, para narapidana tak hanya menghitung hari mencoreti tembok. Mereka betul-betul diberi bekal sesuai bakat. Sehingga sekeluar dari lembaga itu, narapidana diharapkan bisa melanjutkan hidup dengan keterampilan mereka. Itulah kenapa Lapas Kelas II A itu diberi penghargaan sebagai Lapas Terbaik 2014 oleh Kementerian Hukum dan HAM. “Ada beberapa pelatihan yang kami gelar kepada para penghuni. Tujuannya, agar saat mereka keluar bisa mandiri dan tidak mengulang perbuatannya,” ujar Kalapas Wirogunan Zaenal Arifin, Senin (28/4/2014). Mantan Kalapas Nusakambangan itu menuturkan saat ini ada 348 narapidana di Lapas itu, 29 d

Lapas Wirogunan

Harianjogja.com, JOGJA - Di Lembaga Pemasyarakatan Wirogunan, para narapidana tak hanya menghitung hari mencoreti tembok. Mereka betul-betul diberi bekal sesuai bakat. Sehingga sekeluar dari lembaga itu, narapidana diharapkan bisa melanjutkan hidup dengan keterampilan mereka. Itulah kenapa Lapas Kelas II A itu diberi penghargaan sebagai Lapas Terbaik 2014 oleh Kementerian Hukum dan HAM. “Ada beberapa pelatihan yang kami gelar kepada para penghuni. Tujuannya, agar saat mereka keluar bisa mandiri dan tidak mengulang perbuatannya,” ujar Kalapas Wirogunan Zaenal Arifin, Senin (28/4/2014). Mantan Kalapas Nusakambangan itu menuturkan saat ini ada 348 narapidana di Lapas itu, 29 di antaranya adalah napi narkotika dan 88 perempuan. Kesemua memiliki potensi dan bakat berbeda, sehingga disayangkan jika tidak mendapatkan pelatihan ketrampilan sesuai bakatnya selama menjalani hukuman. Pelatihan yang dimaksudkan Zaenal bukan dalam bentuk pelatihan biasa, seperti menjahit dan bertukang, akan tetapi juga dalam bentuk lain. Lapas menyediakan bermacam pelatihan sesuai bakat narapidana dan tahanan. Bagi yang berbakat musik, disediakan alat musik kepada para penghuni Lapas. Begitu juga dengan untuk para penghuni dengan bakat di bidang seni, Lapas memberikan bahan dan pelatihan seni, kesemuanya dilakukan di lingkungan lapas. “Bagi penghuni dengan kemampuan musik kami berikan kesempatan saat ada acara. Sedangkan untuk yang memiliki keterampilan seni kami menampung karya mereka di Wirogunan Art,” jelasnya. Zaenal mengungkapkan meski belum lama berdiri, Wirogunan Art terbukti mampu dimaksimalkan  para penghuni untuk memamerkan karya. Puluhan karya baik seni kriya maupun lukis dari para penghuni Lapas memenuhi rumah bekas Kalapas di Jalan Taman Siswa 21 Jogja tersebut. “Tanggapan warga juga cukup beragam. Ke depan kami akan maksimalkan tempat yang berada di bawah pengelolaan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) tersebut,” terang dia. Atas model pembinaan tersebut, menurut Zaenal, wajar ketika Lapas itu mendapatkan penghargaan sebagai Lapas terbaik di Indonesia pada 2014 dari Kementerian Hukum dan HAMtepat di Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-50, Minggu (27/4/2014). Sumber: http://www.harianjogja.com/

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0