Lembaga Pemasyarakatan Lapas Klas II A Kritis

borgol magelang

HARIANJAMBI.COM, JAMBI – Kondisi Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Jambi semakin memprihatinkan. Selain overload, Lapas yang berada di tengah Kota Jambi itu kerap dilanda banjir. Kondisi ini tak ayal dikeluhkan oleh penghuni Lapas. Seperti yang dikemukakan oleh Kepala Lapas Klas II A Jambi, sampai saat ini, bangunan Lapas yang sudah uzur, belum juga diperbaiki oleh pemerintah. "Bangunannya udah parah, yang kasihan itu pas banjir, air masuk ke kamar-kamar napi. Udah parah banget ni," ujar Kalapas Hendra Eka Putra kepada harian ini, Minggu (20/4) pagi. Dikatakannya, meskipun sebelumnya ada bantuan yang masuk dari Pemerintah Kota Jambi. Namun bantuan tersebut bukan untuk bangunan, me

borgol magelang

HARIANJAMBI.COM, JAMBI – Kondisi Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Jambi semakin memprihatinkan. Selain overload, Lapas yang berada di tengah Kota Jambi itu kerap dilanda banjir. Kondisi ini tak ayal dikeluhkan oleh penghuni Lapas. Seperti yang dikemukakan oleh Kepala Lapas Klas II A Jambi, sampai saat ini, bangunan Lapas yang sudah uzur, belum juga diperbaiki oleh pemerintah. "Bangunannya udah parah, yang kasihan itu pas banjir, air masuk ke kamar-kamar napi. Udah parah banget ni," ujar Kalapas Hendra Eka Putra kepada harian ini, Minggu (20/4) pagi. Dikatakannya, meskipun sebelumnya ada bantuan yang masuk dari Pemerintah Kota Jambi. Namun bantuan tersebut bukan untuk bangunan, melainkan untuk sanitasi dalam bentuk pembuatan sumur bor. Ironisnya itu pun sampai saat ini belum terealisasi. "Baru mau, kapan-kapan kali ya," katanya dengan nada kecewa. Dikatakan Hendra, dengan kondisi seperti ini, sebagai kepala Lapas ia selalu was-was, apalagi saat hujan lebat. Ia menyesalkan bantuan yang disampaikan oleh pemerintah hanya difokuskan pada dana kegiatan warga binaan. "Dari Kota Jambi, ada mesin air dan bunga. Dari Provinsi Jambi, baru dari Perikanan untuk kolam ikan," tandasnya. Diungkapkannya, selain infrastruktur yang memprihatinkan, kondisi yang sama juga terjadi dengan biaya makan dan minum napi yang sampai saat ini masih ditutupi dengan dana di luar anggaran. "Alhamdullilah tercukupi, tapi udah ngutang kita," timpalnya. Hendra berharap, pada Anggaran Pengeluaran Belanja Daerah Perubahan (APBDP) tahun ini, Lapas mendapatkan anggaran tersebut. "Doain ajalah, mudah-mudahan kita dapat," harap Hendra. Lebih lanjut Hendra menjelaskan, Lapas dengan kapasitas 218 narapidana tersebut saat ini jumlah warga binaannya sudah mencapai 1.163 orang. Dari sekian jumlah narapidana, yang paling banyak adalah kasus narkotika. "Lebih separuhnya adalah napi kasus narkoba," pungkas Hendra.(*)   Sumber: http://harianjambi.com/

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0