LIMA WARGA BINAAN KASUS NARKOBA DIPINDAH KE LAPAS PANGKALAN BUN DAN SAMPIT

 
LEMBAGA Permasyarakat­an (Lapas) Kelas II A Pa­lang­ka Raya memindah li­ma warga binaan yang di­duga ter­libat peredaran nar­ko­ba ke Lapas Pangka­lan Bun, Kabupaten Kotawari­­ngin Barat dan Sampit, Ka­­bupaten Kotawaringin Ti­­mur, Rabu (3/9).
Pemindahan kelima peng­­huni lapas itu bertu­juan un­tuk memutus rantai ja­ringan narkoba, baik di da­lam lembaga maupun ma­syarakat di ‘Kota Cantik’.
“Betul, itu atas perintah Ka­kanwil (kepala kantor wilayah Kemenkum dan HAM). Supaya untuk me­mutus jaringan,” kata Ke­pa­la Lapas II A Palangka Ra­ya M Musnani kepada Borneone
LIMA WARGA BINAAN KASUS NARKOBA DIPINDAH KE LAPAS PANGKALAN BUN DAN SAMPIT

 
LEMBAGA Permasyarakat­an (Lapas) Kelas II A Pa­lang­ka Raya memindah li­ma warga binaan yang di­duga ter­libat peredaran nar­ko­ba ke Lapas Pangka­lan Bun, Kabupaten Kotawari­­ngin Barat dan Sampit, Ka­­bupaten Kotawaringin Ti­­mur, Rabu (3/9).
Pemindahan kelima peng­­huni lapas itu bertu­juan un­tuk memutus rantai ja­ringan narkoba, baik di da­lam lembaga maupun ma­syarakat di ‘Kota Cantik’.
“Betul, itu atas perintah Ka­kanwil (kepala kantor wilayah Kemenkum dan HAM). Supaya untuk me­mutus jaringan,” kata Ke­pa­la Lapas II A Palangka Ra­ya M Musnani kepada Borneonews melalui telepon seluler, Kamis (4/9).
Selain melaksanakan pe­rin­tah, langkah itu diambil ber­kat koordinasi dengan pi­hak Kepolisian Daerah Ka­limantan Tengah dan Ke­polisian Resor Palangka Ra­ya, mengingat kelima war­ga binaan itu diduga kuat terlibat peredaran narkoba.
Kelima warga binaan itu ber­inisial Aa, Al, Am, AM, dan Rf. Untuk AK, Am, dan AM di­pin­dah ke Lapas Pangkalan Bun, sedangkan Aa dan Rf ke La­pas Sampit.
Pihak keluarga dari warga binaan baru diberitahu se­te­lah proses pemindahan ber­langsung. Hal ini, sesuai de­ngan keputusan Menteri Ke­hakiman No:M.01-PK.02.01 Ta­hun 1991, demi keamanan dan upaya pembinan lebih lan­jut.
Saat ditanya, apakah mere­ka termasuk warga binaan yang beberapa bulan lalu ter­libat narkoba? Musnani men­jawab bukan.
“Kalau yang dulu sudah ada yang dipindah (ke Lapas lain), ada juga yang masih di dalam (dibina).” Kemudian, ketika ditanya ba­gaimana dengan pegawai Lapas yang juga sempat di­duga terlibat? Menurut Mus­nani, dua di antaranya di­pindah ke Kanwil untuk men­jalani pembinaan. (BY/B-3) Sumber : borneonews.co.id

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0