Mantan Bupati Natuna jadi ‘Bupati’ di Lapas

Lantunan kalam ilahi semakin jelas tatkala pintu bangunan tempat napi itu dibuka komandan keamanan lapas. Di dalam Lapas, para napi tidak mengenakan pakaian seperti biasanya.
Puluhan warga binaan dengan berbagai kasus menggunakan pakain serba putih. Sekitar pukul 09.15 wib, Jumat (10/2) pagi tersebut lapas tidak terlihat seperti sebuah tahanan yang seram. Justru sebaliknya, lapas seperti sebuah pondok pesantren. Semua tahanan menuju mesjid. Tidak terkecuali, warga binaan perempuan dengan kerudung putih turut melangkahkan ke rumah Allah SWT.
Sebagian warga binaan sudah duduk bersimpuh di teras masjid tatkala Bupati Bintan, Ansar Ahmad dan Kepala Lapas Kelas IIA Tanjungpinang Istiyo Harsono menuju tempat tersebut. Wajah Ansar bersama ustaz M

Mantan Bupati Natuna jadi ‘Bupati’ di Lapas
Lantunan kalam ilahi semakin jelas tatkala pintu bangunan tempat napi itu dibuka komandan keamanan lapas. Di dalam Lapas, para napi tidak mengenakan pakaian seperti biasanya.
Puluhan warga binaan dengan berbagai kasus menggunakan pakain serba putih. Sekitar pukul 09.15 wib, Jumat (10/2) pagi tersebut lapas tidak terlihat seperti sebuah tahanan yang seram. Justru sebaliknya, lapas seperti sebuah pondok pesantren. Semua tahanan menuju mesjid. Tidak terkecuali, warga binaan perempuan dengan kerudung putih turut melangkahkan ke rumah Allah SWT.
Sebagian warga binaan sudah duduk bersimpuh di teras masjid tatkala Bupati Bintan, Ansar Ahmad dan Kepala Lapas Kelas IIA Tanjungpinang Istiyo Harsono menuju tempat tersebut. Wajah Ansar bersama ustaz Muhlisin Dawam berseri bercampur haru ketika menginjakan kaki di masjid berukuran sedang itu.
Betapa tidak, di dalam sudah menunggu seorang tokoh dengan pakaian serba putih berjenggut tipis. Bupati Bintan dan Kalapas disambut Daeng Rusnadi, mantan Bupati Natuna yang tersandung kasus korupsi. Sejak 6 bulan lalu, Daeng Rusnadi sudah ditahan di Lapas Batu 18 Kijang.
“Hari ini beliau sebagai Ketua Panitia Maulid Nabi di Lapas. Bahkan sehari-harinya Pak Daeng menjadi panutan kami di Pesantren Al-Hijrah Lapas ini. Kalau dulu menjabat Bupati Natuna yang selalu mengayomi rakyat, kini menjadi bupati para napi. Karena banyak ilmu dan nasehat yang beliau berikan,” tutur Izal (40) salah seorang warga binaan.
Suasana di dalam masjid hening sejenak. Namun baru sekitar 10 menit, suasana menjadi heboh dengan canda-tawa para napi akibat kelakar Daeng Rusnadi. Betapa tidak, Daeng dengan spontan menyatakan saat ini beberapa orang disebut para koruptor dan para penjahat sedang antre untuk keluar Lapas. Sementara di luar sana, Daeng mengungkapkan lebih banyak lagi para ‘penjahat’ yang antre bakal masuk ke Lapas.
“Kami sekarang antre ingin keluar Lapas. Tapi lebih banyak yang antri ingin masuk Lapas. Tapi mereka di luar sana belum ditangkap atau memang tidak mau ditangkap,” ujar Daeng sambil terbahak.
Daeng mengaku, setelah hakim memvonis 4 tahun penjara beberapa tahun lalu, pihaknya melalui pengacara mengajukan banding atau pleidoi. Hal itu dilakukan karena tidak terima dan menolak dengan keputusan pengadilan maupun tudingan KPK.
Tapi di mata penegak hukum tetap dinyatakan bersalah. Akibatnya, hampir 2 tahun Daeng Rusnadi menjalani masa hukuman penjara di Cipinang. Baru setelah lebaran Idul Fitri 1432 Hijriah lalu atau sekitar 6 bulan lalu dipindahkan ke Lapas Batu 18 Kijang.
Di dalam penjara paska dipindahkan dari Cipinang, Daeng Rusnadi bergaul dengan ratusan warga binaan yang dituding bersalah di mata hukum. Namun, sebagian napi ada yang tidak bersalah. Mereka masuk karena dijebak dan terkait dengan beberapa administrasi keuangan.
Bukan hanya Daeng yang terseret akibat kasus korupsi. Ada beberapa napi lain yang disebut pelaku korupsi, meskipun bukan seorang pejabat. Diyakini hal itu menjadi ujiannya dan warga binaan yang lain. Daeng mengaku optimis menjalani masa tahanan setelah tertangkap.
“Untuk kegiatan di Lapas saya hanya makan, tidur dan beribadah. Saya bersyukur atas bantuan kain sarung yang diberikan Ansar Ahmad untuk 350 napi. Saya berharap kain sarung itu jangan dijadikan sebagai bahan untuk bunuh diri atau hal-hal aneh lain. Tapi harus digunakan untuk salat dan beribadah,” kelakar Daeng Rusnadi.
Di lain pihak, Ansar Ahmad menghaturkan kekaguman pada sosok Daeng Rusnadi. Betapa tidak, Daeng Rusnadi merupakan figur dan tokoh partai yang berkualitas serta tetap mengayomi masyarakat dari seluruh kalangan. Bahkan Ansar menyatakan, Daeng Rusnadi merupakan salah satu dari ‘gurunya’.
Di dalam Lapas Daeng Rusnadi tetap beraktivitas seperti terlibat langsung dalam penyelenggaraan Maulid Nabi Muhammad 1433 Hijriah. Pemkab Bintan selalu memperhatikan kebutuhan warga binaan di Lapas Batu 18. Beberapa tahun lalu sudah pernah memberikan bantuan fasilitas penyediaan air bersih di samping kebutuhan para napi.
Namuan bantuan fasilitas penyediaan air bersih itu tidak berfungsi maksimal. Ke depan, Pemkab Bintan akan membicarakan dengan PDAM Tirta Kepri untuk penyambungan jaringan air bersih ke Lapas. Untuk jaringan, akan disediakan Pemkab Bintan.
“Untuk keperluan lain, saat ini saya membantu 350 kain sarung untuk napi,” sebut Ansar singkat.
Kepala Lapas Kelas IIA Tanjungpinang KM 18, Istiyo Harsono, mengungkapkan, saat ini ada 327 warga binaan di Lapas Kelas IIA. Termasuk Daeng Rusnadi, mantan Bupati Natuna yang telah pindah ke Tanjungpinang sejak 6 bulan lalu. Sebelumnya, Daeng menjalani masa tahanan sekitar 2 tahun di Cipinang.
“Masih cukup lama bagi Daeng untuk bebas. Karena terkendala mengenai kebijakan remisi dari pusat. Selama ini Pemkab Bintan cukup perhatian dengan Lapas. Baik secara kelembagaan maupun mengenai terhadap napi,” ujar Istiyo.
Dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, ustaz Muhlisin Dawam menyampaikan beberapa pesan agama yang berkaitan dengan ahlak Rasulullah yang harus menjadi teladan bagi umatnya.
Akhlak Rasulullah yang patut diteladani itu antara lain sifat pemalu terhadap Allah SWT, rendah hati, pemimpin yang tidak merepotkan bawahan, memudahkan urusan keluarganya, cinta fakir miskin.
“Akhlak itu jangan casing saja. Tapi akhlak tuntunan nabi itu ditanamkan dalam jiwa karena berkah Allah SWT,” demikian disampaikan Muhlisin Dawam.***

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0