MARAWIS LAPAS SERANG, MERIAHKAN PENUTUPAN PAMERAN KARYA UNGGULAN LAPAS

Jakarta, INFO_PAS. Keramaian pengunjung Pameran Karya Unggulan Lapas semakin terasa menjelang hari penutupan, Jum’at (25/4).

“Saya baru sempat hadir di pameran hari ini, walaupun sudah mendengar pameran ini dari beberapa hari lalu,” ujar Inna, salah seorang pengunjung asal Bogor.  Ia  menjadi satu dari banyaknya pengunjung Pameran Karya Unggulan Lapas di Plaza Industri, Kementerian Perindustrian, Jakarta.

Untuk memeriahkan penutupan, panitia menghadirkan grup marawis warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Serang.  Penampilan 15  orang WBP Lapas Serang yang membawakan band tepuk kolaborasi kesenian betawi dan timur tengah ini, sangat menarik perhatian pengunjung.

Antusiasme juga ditunjukkan oleh para peserta pameran.  Setiap stan berusaha menarik perhatian pengunjung dengan produk-produk

MARAWIS LAPAS SERANG, MERIAHKAN PENUTUPAN PAMERAN KARYA UNGGULAN LAPAS

Jakarta, INFO_PAS. Keramaian pengunjung Pameran Karya Unggulan Lapas semakin terasa menjelang hari penutupan, Jum’at (25/4).

“Saya baru sempat hadir di pameran hari ini, walaupun sudah mendengar pameran ini dari beberapa hari lalu,” ujar Inna, salah seorang pengunjung asal Bogor.  Ia  menjadi satu dari banyaknya pengunjung Pameran Karya Unggulan Lapas di Plaza Industri, Kementerian Perindustrian, Jakarta.

Untuk memeriahkan penutupan, panitia menghadirkan grup marawis warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Serang.  Penampilan 15  orang WBP Lapas Serang yang membawakan band tepuk kolaborasi kesenian betawi dan timur tengah ini, sangat menarik perhatian pengunjung.

Antusiasme juga ditunjukkan oleh para peserta pameran.  Setiap stan berusaha menarik perhatian pengunjung dengan produk-produk berkualitas yang didiskon sampai dengan 50 persen.

“Sampai hari terakhir ini, sebagian besar produk meubelair kami terjual habis.  Kursi santai produksi Lapas Lampung menjadi yang paling laris, kami berhasil menjual tujuh unit dan menerima pesanan tiga unit lagi,” ujar Yugo seorang peserta pameran dari Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Lampung.

“Kursi santai berbahan kayu produksi Lapas Lampung ini mampu memperkerjakan 15 WBP Lapas Lampung, tiga unit kursi mampu diselesaikan dalam waktu lima hari,” papar Yugo.

Hari terakhir pemeran juga diramaikan dengan pengumuman delapan stand yang dinilai memiliki nilai lebih pada kategori-kategori tertentu.  Stand Divpas Lampung menjadi yang terfavorit, stand  Divpas Kalimantan Selatan menjadi yang terlaris, stand Divpas Jawa Tengah menjadi yang terlengkap, stand Divpas DKI Jakarta menjadi yang terinovatif, stand Divpas Riau menjadi yang terkreatif, stand Divpas Sumatera Utara menjadi yang terapih, stand Divpas Sulawesi Tengah menjadi yang terunik serta stand Divpas Banten menjadi yang ternyaman.

Sampai hari terakhir, tercatat 344 juta rupiah dihasilkan dari transaksi di pameran ini.  “Pada tahun sebelumnya, omzet yang dihasilkan sebesar 266 jutaan, tahun ini berhasil tembus di 344 juta rupiah,” ujar Kasubdit Bimbingan Kemandirian Ditjen PAS, Tuti Nurhayati.

Ketua Plaza Industri Kemenperin Bambang Irianto dan Direktur Bina Narapidana dan Pelayanan Tahanan Ditjen PAS Nugroho, menutup penyelenggaraan acara ini. Penyerahan sebuah miniatur kapal hasil karya napi yang terbuat dari empat pax korek api dari Direktur Bina Narpidana dan Pelayanan Tahanan kepada Ketua Plaza Industri menjadi simbolisme penutupan acara.

Ucapan terimakasih disampaikan Nugroho kepada seluruh pihak termasuk jajaran Kemenperin yang telah membantu terselenggaranya acara.  Ucapan ini disambut Bambang Irianto yang mengatakan bahwa Kemenperin selalu siap membantu setiap kegiatan yang sifatnya mengembangkan industri.

“Kami selalu terbuka untuk setiap kegiatan yang sifatnya mengembangkan perindustrian, dalam waktu dekat kami juga akan mengadakan pameran bertema mutiara dari timur, mungkin lapas-lapas di daerah Indonesia timur juga berminat untuk mengikutinya, kami siap membantu,” kata Bambang.

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0